oleh Luo Tingting

Terowongan Jingguang di Kota Zhengzhou, Tiongkok adalah salah satu daerah yang paling parah terkena dampak banjir. Sebuah video yang diposting di Internet menunjukkan, ketika banjir deras mulai mengalir ke dalam terowongan pada 20 Juli, seorang pria meminta semua orang yang berada dalam kendaraan untuk segera melarikan diri. Bahkan ia pun tak segan-segan mengetuk jendela mobil sambil berteriak : ” Cepat turun ! Menyelamatkan diri !” Banyak orang akhirnya terselamatkan setelah mengikuti sarannya

Video online menunjukkan bahwa pada 20 Juli sore hari Terowongan Jalan Tol Jingguang di Zhengzhou, Tiongkok,  dilanda banjir besar dan menenggelamkan banyak kendaraan yang sedang lewat. Pada saat kritis ini, seorang pria terus memanggil semua orang dalam kendaraan untuk meninggalkan mobil dan melarikan diri.

“Yang belum turun cepat keluar dari mobil !”. “Cepat, cepat, apakah masih ada yang belum, apakah masih ada yang belum keluar ! Cepat, cepat turun ! Jalan ke depan ! Jalan ke depan !”

Pria tersebut berteriak-teriak sekitar 10 menit, dan tak segan-segan mengetuk jendela beberapa kendaraan untuk membujuk orang dalam kendaraan untuk keluar dari kendaraan. “Cepat turun ! Jangan peduli dengan kendaraan ! Menyelamatkan diri lebih penting !”

Banyak orang akhirnya terselamatkan atas bujukan dari pria baik hati ini, mereka meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki dalam genangan air yang terus bertambah tinggi dan berarus.

Setelah video tersebut beredar, beberapa netizen menyampaikan : “Berapa banyak nyawa telah diselamatkan oleh suara yang berakal ini !” “Semoga semua orang yang berada dalam mobil sempat melarikan diri seperti dalam video. Namun, mereka ini yang kebetulan berada di dekat pintu masuk atau keluar terowongan, Entah bagaimana nasib mereka yang berada dalam mobil yang berada dalam terowongan yang panjangan 1,8 kilometer dan sedang macet”.

Dilaporkan bahwa pria baik hati yang berteriak untuk menyelamatkan orang lain ini adalah seorang kepala cabang perusahaan Beijing di Henan bernama Hou Wenchao. Pada 23 Juli, Hou Wenchao memberitahu reporter media ‘The Paper’ tentang apa yang terjadi pada saat itu.

Pada 20 Juli, dia berkendara dan melewati Terowongan Jalan Utara Jingguang karena ada urusan penting. Sekitar pukul 16.00, perjalanan mobil terhalang pada posisi terowongan yang menanjak. Pada awalnya, ia tidak melihat ada air di jalanan, tetapi kemudian air turun cukup deras dari lereng terowongan dan menggenangi jalan.

Pada pukul 17:40, Hou Wenchao menjawab telepon, setelah 2 atau 3 menit berselang, ia melihat permukaan air di jalan naik dengan kecepatan yang mengerikan, dalam waktu sekejap air sudah menggenangi dua pertiga roda.

Hou langsung teringat banjir yang terjadi di Beijing pada 21 Juli 2012, ketika itu banyak orang tewas di dalam mobil. Menyadari akan keseriusan situasi, dia dengan cepat keluar dari mobil dan dengan lantang berteriak untuk membujuk ratusan pengemudi dan penumpang turun dari kendaraan dan menyelamatkan diri.

Mendengar teriakan menyelamatkan diri, sebagian besar orang turun dari dalam mobil yang mereka tumpangi, tetapi masih ada sejumlah kecil orang yang tidak mau mengikuti sarannya. Hou mengatakan bahwa, mereka yang enggan turun dari kendaraannya itu mungkin karena tidak tahu bahaya yang sudah mengancam pada saat itu, atau mereka enggan kehilangan mobil.

Karena itu Hou sampai mengetuk jendela mobil untuk membujuk pengendara dan penumpang untuk turun dari mobil : “Jika kamu tidak keluar, kamu mungkin mati ! Mana lebih berharga nyawa atau mobil, kamu sendiri yang memilih”.

Banyak orang yang turun dari mobil dan pindah ke tempat aman atas bujukannya, tetapi ada juga beberapa orang yang keras kepala menolak untuk turun dari mobil. 

Hou Wenchao mengatakan bahwa, dirinya tidak mungkin terus menerus membujuk mereka untuk menyelamatkan diri. Yang ia ketahui adalah bahwa sebagian besar orang mengikuti sarannya dan menyelamatkan diri, kecuali beberapa orang yang tetap mengeyel tidak mau keluar dari mobil. 

Di sisi barat terowongan terdapat pagar pembatas yang di baliknya ada tangga menuju ke tempat yang lebih tinggi. Di sana orang akan aman. Pada pukul 18:10, Hou Wenchao tiba di sana, dan seluruh proses memakan waktu lebih dari 20 menit.

Mendapat pujian dari para netizen, Hou Wenchao mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah hal biasa yang memang perlu dilakukan.

Hou Wenchao mengatakan, bahwa saat teringat kejadian itu, rasa takut akan muncul. Bagaimana tidak, ketinggian air di terowongan naik begitu cepat, sebentar saja mobil sudah tidak kelihatan. Saat itu, berdiri saja sudah sulit karena derasnya arus. Dia berharap semua orang harus meningkatkan kesadaran keselamatan jika menemui situasi seperti ini di kemudian hari.

Setelah banjir besar pada 20 Juli, pemandangan Jalan Tol Jingguang dan terowongan Jalan Tol Longhai sangat mengerikan. Sebuah video yang diposting di Internet menunjukkan bahwa banyak sekali kendaraan yang berada dalam terowongan sepanjang 4 kilometer itu, diduga tidak kurang dari seribuan orang yang terjebak di dalamnya.

Dari gambar video yang diambil masyarakat terlihat bahwa sejumlah polisi berjaga di persimpangan Jalan Longhai dan terowongan, dan mereka tidak mengizinkan warga mendekat. 

Pengambil gambar dengan menghela nafas panjang mengatakan : “Pasti terjadi sesuatu, Kiranya semua orang tahu di dalam hati mereka, apa yang tidak ingin terlihat oleh masyarakat. Berdoalah, semoga tidak menelan terlalu banyak korban”.

Seorang warga Zhengzhou berhasil mengambil gambar setidaknya 2 jenazah yang dibungkus dengan kain putih, nampaknya sedang dibawa keluar dari terowongan. Pengambil video tersebut mengatakan : “Kalian melihat bukan, jenazah yang keluar dari terowongan … melihat bukan !”

Saat ini, militer dan polisi setempat telah memblokir terowongan dan warga sipil tidak diperkenankan untuk mendekat, dan banyak polisi bersenjata berjaga-jaga di sekitar terowongan, diduga jenazah akan dibawa keluar dengan menggunakan bus berukuran besar.

Pihak berwenang belum mengumumkan berapa banyak korban nyawa dan harta benda dalam insiden banjir dalam Terowongan Jalan Tol Jingguang. Masyarakat terus mempertanyakan. Seseorang mengingatkan bahwa setidaknya ada 20  kamera cctv di setiap persimpangan jalan, sehingga tidak sulit bagi pihak berwenang untuk mengetahui berapa banyak kendaraan yang berada di dalam terowongan. Bukannya pemerintah tidak memiliki data, tetapi lebih cenderung tidak ingin masyarakat luas mengetahui kebenarannya. (Sin)

 

Share

Video Popular