Chen Han, Yi Ru, Li Xinan 

Setelah banjir melanda di Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok, situasi bencana di Henan utara berlanjut selama dua hari berturut-turut. Termasuk desa-desa yang terletak di pegunungan barat Zhengzhou turut dilanda banjir bandang, tanah longsor, dan rumah-rumah yang terkubur oleh longsoran. Di Desa Dashuiyan, Kabupaten Huixian, Xinxiang, warga hanya bisa dengan cemas memohon bantuan dari atap rumah mereka

Video: “Lihatlah banjir besar ini, siapa yang akan menyelamatkan kita!”

Hujan deras di Zhengzhou, Provinsi Henan yang terjadi pada 20 Juli, ditambah dengan pembukaan pintu air  dari reservoir hulu, menyebabkan banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selama dua hari terakhir, bagian utara Provinsi Henan mengalami bencana secara terus menerus. Setelah banyak desa dilanda banjir menyebabkan komunikasi terputus. Bahkan, beberapa desa dilanda tanah longsor dan merendam desa. Warga setempat hanya bisa meminta bantuan dengan cemas dari atap rumah mereka.

Banjir di Henan menarik perhatian orang selama dua hari berturut-turut. Akan tetapi, dua hari kemudian, orang-orang menemukan bahwa yang paling parah terkena dampak banjir di Henan tidak hanya kota, tetapi juga daerah pedesaan!

Pada 21 Juli, sebuah video menunjukkan bahwa air banjir mengalir di atas rumah warga, dan beberapa rumah nyaris tidak terlihat bubungan atapnya.

Terletak di Kota Boshui, Kota Xingyang, barat daya Kota Zhengzhou, pada tanggal 20 Juli, daerah ini terendam oleh banjir. Saat air deras menerjang, orang-orang melarikan diri ke atap rumah dengan tergesa-gesa. Sekilas pandang semuanya menjadi lautan. Penduduk setempat menghubungi panggilan darurat. Akan tetapi tidak berhasil, jadi mereka hanya bisa menunggu penyelamatan dari atas atap. Reporter menelepon Kota Baoshui pada pagi hari  22 Juli, tapi tidak bisa tersambung.

Hujan deras pada 20 Juli, juga menyebabkan Desa Wangzongdian,  Cuimiao, Kota Xingyang terputus dengan dunia luar.  Jalanan rusak karena banjir, menjadi seperti pulau terpencil, sejumlah orang hilang dan terkubur akibat longsoran.

Seorang penduduk desa di Wangzongdian, Kota Cuimiao, Kota Xingyang, Provinsi Henan, mengatakan: “Saat itu banjir lebih dari satu lantai, tetapi kemarin sudah surut. Orang yang hanyut, sampai sekarang belum ditemukan. Beberapa rumah ambruk. Jika runtuh, alat berat diperlukan, tetapi kini tidak ada alat berat.”

Mrs Fan dari Kota Xingyang meminta bantuan secara online, berharap dunia luar bisa menyelamatkan keluarganya yang terkubur di tanah longsor dan timbunan bebatuan.

Wanita itu berkata : “Situasi di sana sekarang lebih buruk. Tanah longsor dan orang-orang telah terkubur. Ibu dan saudara laki-laki saya sekarang tidak jelas apakah masih hidup atau meninggal dunia. Mereka terkubur di rumah yang hancur dan reruntuhan.”

Adik Mrs Fan tinggal di Zhengzhou, dia juga khawatir tentang keluarganya di kampung halamannya dan orang-orang yang hilang.

Warga itu juga menuturkan : “Desa sekarang sudah aman dan dapat diungsikan.  Yang diketahui sekarang adalah ada tiga orang belum diselamatkan. Yang tidak diketahui keberadaanya masih belum jelas. Kemudian sinyal di sana semuanya putus.”

Menurut penelusuran Epoch Times berbahasa mandarin, selama banjir, ada keluarga dengan 9 orang di Desa Wangzongdian, termasuk 5 orang dewasa dan 4 anak-anak, semuanya hanyut oleh tanah longsor dan keberadaan mereka saat ini tidak diketahui.

Penduduk desa setempat biasa mengirim video marabahaya sebelum bencana, tetapi beberapa jam kemudian, video itu diblokir di Weibo.

Selain di Xingyang, tanah longsor juga terjadi di Gongyi, Xinmi, dan Dengfeng di daerah perbukitan Zhengzhou barat.

Seorang pengacara Henan, Ren Quanniu mengatakan kepada wartawan bahwa desa-desa dan kota-kota ini terletak di daerah pegunungan. Sedangkan hujan lebat dapat dengan mudah membentuk tanah longsor. Ia juga menyampaikan, bencana di pedesaan pasti sangat serius, tetapi berita ini harus diambil oleh penduduk desa itu sendiri dan dikirim ke Internet, WeChat, dan Weibo untuk meminta bantuan. Akan tetapi,  komunikasi terputus, atau pihak jaringan menghapus kiriman tersebut sehingga pesan tidak dapat dikirim. Ia menilai pemerintah sengaja menyembunyikannya, sehingga pemberitaan sulit tersebar luas.

Gua Longmen, tempat pemandangan terkenal di Luoyang, juga melaporkan bahwa setelah hujan lebat, permukaan air Sungai Yi  meluap ke jalanan  tempat pemandangan itu.

Lin Jie sebuah nama samaran, seorang warga Luoyang, Henan berkata : “Air di Gua Longmen tergenang. Biasanya mobil dan kereta yang beroperasi, kini mengapung di atas air. Air di sungai di Luoyang relatif besar. Ada juga air di jalanan, tapi  tidak separah banjir di Zhengzhou.”

Masyarakat mempertanyakan bencana banjir Zhengzhou terkait dengan pembukaan pintu air di hulu waduk.

Menurut The Paper, dari 19 hingga 22 Juli, dipengaruhi oleh hujan deras, 7 waduk berukuran sedang meluap di Kota Xinxiang, utara Zhengzhou, dan 58 kota dan desa kena dampaknya. Di Kabupaten Huixian, Xinxiang saja, 91 desa terendam banjir. Hampir semua desa di beberapa titik terendam banjir dan komunikasi terputus.

Zhou, yang pergi mengunjungi kerabat di Xinxiang, mengatakan bahwa dia tidak menyangka akan menghadapi banjir besar seperti itu.

Zhou dari Kota Xinxiang, Zhengzhou, Henan menuturkan : “Hujan baru turun sehari ketika ia datang, dan itu tidak begitu besar. Ia tidak menyangka akan seperti ini. Seluruh jalanan penuh air dan ada tidak ada cara untuk keluar. Jalan tol juga ditutup. Hingga akhirnya ia terpaksa mencari hotel, dan tinggal disana, kini air naik lagi. Kondisinya di lantai pertama hotel sudah sebatas pinggang orang dewasa, orang-orang tidak berani turun dari bangunan. 

Tidak hanya Zhengzhou tetapi juga kota-kota di sekitar seperti Kota Kaifeng juga diterjang banjir.  Video yang beredar menunjukkan, ketika daerah perkotaan Kabupaten Weishi sedang banjir, para penduduk desa membantu menyelamatkan orang tua dan anak kecil. (hui)

Share

Video Popular