Erabaru.net. Seorang pemilik anjing di Tiongkok dilaporkan membuat hewan itu kelaparan selama tiga hari dan kemudian memukulinya sampai hampir mati dengan sebatang besi setelah memakan salah satu ayamnya.

Pria itu, seorang penduduk di Dalian, Tiongkok timur laut, dituduh mengunci hewan itu di dalam kandang dan tidak memberinya makan. Anjing itu yang mungkin karena kelaparan parah, melarikan diri dan mencuri salah satu ayam, menurut The Paper.

Pria itu diduga mengikat kaki anjing itu dan memukulinya dengan keras, menyebabkan dua luka, satu di punggungnya dan satu lagi di kepalanya, yang mana bisa berakibat fatal.

Selain cedera yang dapat membahayakan nyawanya, anjing itu mengalami pendarahan internal di kepalanya, beberapa tulang rusuk dan kaki depannya ada yang patah, tidak hanya itu, beberapa giginya juga copot, menurut ahli bedah hewan.

Anjing itu masih dalam kondisi kritis, dan ahli bedah hewan tidak yakin apakah dia akan bertahan.

Anjing itu diselamatkan oleh seorang tetangga yang menemukan hewan itu dalam keadaan menyedihkan dan membayar 500 yuan (sekitar Rp 1,1 juta) untuk membeli anjing itu dari pemilik aslinya pada 14 Juli.

Penduduk, yang namanya tidak disebutkan, segera menghubungi organisasi perlindungan hewan setempat untuk membantu anjing itu.

Hua Hua, seorang sukarelawan dari organisasi tersebut, datang ke tempat itu dan membantu mengirim anjing itu ke I Love Baby, sebuah rumah sakit hewan peliharaan.

Relawan itu menamai anjing itu Bai Li, yang artinya 100 li, untuk memperingati perjalanan sejauh 50 km. Li adalah ukuran tradisional Tiongkok yang panjangnya sekitar setengah kilometer.

“Dalam tiga hari pertama setelah dibawa ke rumah sakit, dia mengalami koma yang parah dan berkat perawatannya, dia sudah sadar baru-baru ini ,” kata Hua.

“Anjing itu menderita luka di sekujur tubuhnya. Itu dalam kondisi kritis,” kata seorang staf dari rumah sakit hewan, seraya menambahkan bahwa anjing itu dipukul pemiliknya dengan sebatang besi.

Penduduk yang membeli Bai Li berjanji untuk merawatnya setelah keluar dari rumah sakit.

Masih tidak jelas apakah kasus ini telah dilaporkan ke polisi atau pemilik sebelumnya memang pernah dihukum karena melakukan kekerasan terhadap hewan.

Tidak ada undang-undang di Tiongkok yang mengatur pelecehan baik pada hewan peliharaan dan hewan lain, Hukum Perlindungan Hewan Liar Tiongkok hanya melindungi satwa liar.

Sun Yuhua, seorang profesor dari Universitas Ilmu Politik dan Hukum, mengatakan kepada Legal Daily tahun lalu: “Kami hanya dapat menyalahkan mereka berdasarkan moralitas tindakan kasar. Tetapi dalam undang-undang, tidak ada klausul eksplisit yang melarang perilaku tersebut.”

Insiden pelecehan terhadap hewan peliharaan sering terungkap di internet, dan meskipun publik secara luas mengecam perilaku tersebut, para pelaku biasanya hanya menerima sedikit hukuman.

Pada bulan Mei tahun lalu, seorang mahasiswa di Shandong menusukan tusuk gigi ke kaki kucing dan memposting gambar tersebut di media sosial, dia meminta 70 yuan jika pengguna internet berharap untuk menyelamatkan hewan itu.

Saat relawan tiba di rumahnya, siswa tersebut mengatakan pernah membunuh 8 ekor kucing dalam sehari. Dia kemudian dikeluarkan dari sekolahnya, tetapi tidak ada tuntutan pidana yang diajukan. (lidya/yn)

Sumber: Asiaone

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular