oleh Jin Shi

Topan In-Fa  pada Senin (26/7/2021) sempat 2 kali mendarat di Provinsi Zhejiang, topan tersebut telah menimbulkan bencana besar di wilayah Tiongkok bagian timur. Setelah untuk pertama kalinya mendarat di Kota Zhoushan, Zhejiang pada 25 Juli, pada keesokan harian sekitar pukul 09:50, topan In-Fa kembali mendarat di Kota Pinghu, Jiaxing, Zhejiang dengan kecepatan angin paling besar mencapai 10 Skala Beaufort.

Setelah topan 2 kali mendarat, Kota Shanghai menjadi pusat badai angin. Dari rekaman video dapat terlihat pejalan kaki tidak berdaya menahan kuatnya tiupan angin hingga terseret jauh di jalanan, papan reklame roboh, banyak pohon besar dan kecil tumbang. Beberapa warga di jalanan sampai tidak berani bergerak saat angin kencang.

Percikan api keluar dari jalan layang di Stasiun Xinzhuang Metro Shanghai. Angin kencang menerbangkan sejumlah plafon ruangan sehingga menjadi berantakan. Hujan deras yang dibawa oleh angin topan juga membuat genangan air di Shanghai Bund naik pesat.

Seorang warga Shanghai Bund mengatakan : “Genangan air sudah nyaris mencapai anak tangga kedua hitungan dari atas”.

Ada juga adegan video yang menunjukkan air telah memasuki terowongan Sungai Yangtze di Chongming, Shanghai. Orang yang berada dalam mobil berteriak agar secepatnya melarikan diri.

Terdengar juga teriak dari seorang warga Shanghai : Cepat menyelamatkan diri, cepat !”

Selain itu, dikabarkan juga listrik padam, air bersih dan jaringan Internet pun terputus. “Listrik Shanghai padam” sempat bermunculan di media sosial Weibo. Bahkan ada warganet yang berkomentar : Pemadaman listrik di Shanghai sudah berlangsung sejak beberapa jam lalu.

Sampai saat ini belum ada laporan resmi tentang apakah ada korban di Kota Shanghai.

Setelah mendarat di Kota Zhoushan, kecepatan pergerakan topan In-Fa menjadi sangat lambat. Hal mana menyebabkan hujan lebat melanda provinsi-provinsi yang dilewati seperti Zhejiang, Kota Shanghai, Jiangsu, Anhui dan tempat-tempat lain.

Banyak tempat di Zhejiang, akibat air laut masuk ke darat sehingga berpandangan seperti kota air. Sejumlah toko di Kota Zhuji, ketinggian genangan air mencapai dada orang dewasa, dan di barat kota Ningbo, warga terpaksa bergerak dengan mengandalkan perahu karet. Banjir bandang terjadi di Xiaoshan, Shaoxing dan tempat-tempat lain membuat sejumlah lahan pertanian rusak.

Menurut laporan media, banyak tempat di Zhejiang telah mengeluarkan peringatan banjir berwarna oranye pada 26 Juli pagi hari, dan lebih dari 1,65 juta orang telah dievakuasi. Di Kota  Shanghai, 360.000 orang dievakuasi. Lalu lintas laut, darat, dan udara di beberapa bagian pantai timur Tiongkok terputus karenanya.

Jalur pergerakan topan In-Fa No 6 tahun ini, tidak dapat diprediksi. Aneh ! Ketika hendak mendekati Taiwan, topan tiba-tiba berbelok hampir 90 derajat ke arah utara Taiwan kemudian berbelok lagi ke arah barat laut untuk mendarat di Provinsi Jiangsu dan Zhejiang.

Beberapa analis percaya bahwa hujan lebat di Provinsi Henan beberapa hari yang lalu adalah akibat dari topan In-Fa yang terus-menerus mengangkut uap air ke sana. Pada saat yang sama, terjadi kombinasi dari faktor-faktor lainnya seperti kesalahan manusia, menyebabkan banjir besar terjadi di Henan.

Pakar meteorologi mengingatkan bahwa topan In-Fa memiliki karakteristik jalur pergerakannya sulit ditebak, angin dan hujan tumpang tindih, dan durasi yang lama setelah mendarat. 

Diperkirakan topan In-Fa masih akan terus memengaruhi cuaca sebagian besar wilayah Tiongkok bagian timur seperti Provinsi Zhejiang, Kota Shanghai, Provinsi Jiangxi, Provinsi Jiangsu, dan Provinsi Anhui untuk beberapa waktu ke depan. (sin)

Share

Video Popular