Li Mei dan Lin Yi – NTD

Perkembangan epidemi virus Komunis Tiongkok (COVID-19) pada Senin 26 Juli, dengan pengecualian  Daratan Tiongkok, sekitar 194,19 juta orang telah didiagnosis secara global dan hampir 4,16 juta orang telah meninggal dunia. Sejak Juli, epidemi di Vietnam meledak. Hampir 90.000 orang didiagnosis dalam sehari pada 25 Juli, memecahkan rekor. Di Taiwan, tidak ada kematian selama dua hari berturut-turut

Taiwan mengumumkan padaSenin 26 juli, sebanyak 10 kasus baru dikonfirmasi secara lokal, dan jumlah kematian nol selama dua hari berturut-turut.

Mulai Selasa 27 Juli, status epidemi di Taiwan  diturunkan dari level tiga ke level dua. Namun, karena situasi epidemi di negara itu dan virus varian delta yang mengamuk di seluruh dunia, kontrol perbatasan masih belum dilonggarkan.

Chen Shizhong, komandan Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan mengatakan : “Untuk non-warga negara yang tidak memiliki izin tinggal yang sah di negara kami, masuk ke negara tersebut dapat ditangguhkan, kecuali untuk pertimbangan darurat atau kemanusiaan. Kedua, transit penumpang ke Taiwan akan ditangguhkan.

Taiwan telah memvaksinasi lebih dari 6,67 juta warganya, dan tingkat cakupan vaksin  melampaui 27%.

Sejak Juli di Vietnam, situasi epidemi telah meningkat tajam. Sebanyak  9.256 kasus yang dikonfirmasi dilaporkan pada Minggu 25 Juli, jumlah itu memecahkan rekor.

Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan bahwa, lebih dari dua pertiga kasus terjadi di Kota Ho Chi Minh dan provinsi sekitarnya.

Pihak berwenang memerintahkan agar blokade di Kota Ho Chi Minh diperpanjang hingga 1 Agustus. Mulai Senin 26 Juli, akan ada pemberlakuan jam malam pada pukul 6 sore setiap hari hingga pukul 6 pagi. Kecuali untuk keadaan darurat seperti epidemi, semua kegiatan lainnya akan ditangguhkan.

Selain itu, ibu kota Hanoi juga memberlakukan pembatasan yang lebih ketat.

Sharon Peacock, seorang ahli mikrobiologi dan kepala pengurutan genom virus di Inggris, mengatakan bahwa setelah penemuan baru virus varian Delta di Inggris Jumat lalu, meskipun semakin banyak kasus, tidak ada bukti bahwa strain mutan  berubah. Delta juga terbukti mengurangi efikasi dosis pertama vaksin.

Namun demikian, Peacock percaya bahwa varian Delta saat ini adalah virus varian yang paling cepat menyebar dan paling menakutkan sert paling mengkhawatirkan.

Sharon Peacock berkata : “Risiko terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah Delta.”

Inggris telah meloloskan proyek platform penilaian mutasi baru dan telah memperkuat pembagian hasil penelitiannya secara global. (hui)

Share

Video Popular