Hong Ning/Chen Han/Shang Yan/Zhou Tian , China Forbidden News – NTD

Pekerja di Bandar Udara Internasional Lukou Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok  terinfeksi COVID-19 pada 22 Juli, sebanyak 13 kasus dikonfirmasi secara resmi. Karena bandara adalah tempat yang ramai, dipertanyakan kurangnya informasi resmi yang disampaikan. Selain itu, beberapa orang mengabarkan tentang kasus dikonfirmasi terhadap  orang-orang yang sudah divaksin dengan produksi lokal, tetapi mereka masih terinfeksi. 

Kota Nanjing, pada 22 Juli 2021, mengumumkan sebanyak 13 kasus yang dikonfirmasi telah didiagnosis di kota tersebut. Pejabat kota Nanjing mengatakan sehari sebelumnya, bahwa total 17 pasien positif ditemukan, semuanya adalah staf kebersihan di Bandara Lukou Nanjing. Mereka terkonfirmasi positif saat pemeriksaan rutin mingguan di bandara.

Zhao, seorang warga di dekat Bandara Lukou menuturkan : “Terdeteksi oleh pengujian asam nukleat. Ini adalah pekerja pembersihan di bandara. Ini adalah orang-orang lokal kami. Tidak ada hubungannya dengan hotel atau tamu kami .”

Saat ini, sumber gelombang epidemi ini masih belum jelas, karena pengumuman resmi selama beberapa hari terakhir masih sangat terbatas. 

Beberapa orang bertanya-tanya di akun media sosial Weibo, “Berhenti bermain kata-kata di sini? Jadi sebenarnya berapa banyak orang yang telah didiagnosis dalam beberapa hari terakhir? Mengapa data resmi belum keluar, dan mereka tidak mengerti. Apakah virus Delta atau bukan. Mereka belum mengatakannya. 

Jiang, seorang warga Shanghai berkata : “Saya rasa di Nanjing jumlah orang yang terinfeksi tidak akan sedikit, karena Nanjing sebagai kota besar dengan penduduk migran yang besar. Bagaimana orang-orang  seperti itu terinfeksi? Saya merasa sedikit skeptis.”

Warga Nanjing mengantre semalaman untuk pengujian asam nukleat. Beberapa orang mengungkapkan di akun Weibo, bahwa ada antrean panjang di lokasi pengujian. Di beberapa tempat, terjadi kekacauan, pertengkaran, perkelahian, dan hampir penyerbuan.

Mr Zhao berkata : “Bagi kami yang terjaga sepanjang malam kemarin, dan kami semua menjalani tes asam nukleat. Kini tinggal di rumah, isolasi di rumah.”

Saat ini, Komunitas Xiecun, Komunitas Jalan Baiyun, Desa Shinian, Jalan Lukou, Distrik Jiangning, Kota Nanjing, dan Desa Alam Maojiaxu, Desa Administratif Jiutang, Jalan Shiqiu, Distrik Lishui, telah disesuaikan dari area berisiko rendah menjadi area berisiko sedang. Lukou Street menjadi area tertutup.

Seorang Staf Atour Hotel Nanjing Lukou Airport Branch berkata : “Bandara sekarang menjadi area berisiko tinggi. Jika Anda tidak memiliki tiket atau tes asam nukleat dalam kurun waktu 48 jam, Anda tidak akan dapat memasuki area bandara, dan Anda tidak akan bisa masuk tol bandara. Bandara ini memiliki semua fasilitas transportasi umum sejauh ini. Semua tutup, dan perkiraan waktunya 14 hari kemudian.”

Zhao menambahkan : “Penerbangan sudah dibatalkan,  tidak ada penerbangan hari ini. Pasti tidak mungkin datang. jika Anda masuk sekarang mereka akan mengisolasi Anda pada waktu itu. Akan merepotkan jika Anda diisolasi puluhan hari.”

Seorang staf Hotel menyatakan bahwa satu-satunya pemberitahuan yang diterima pihak hotel adalah “menunggu pemberitahuan resmi dari bandara.”

Staf Hotel itu juga menuturkan, pihaknya memiliki polisi bersenjata khusus di bandara, termasuk personel anti-epidemi. Pemberitahuan yang mereka terima sejauh ini, hanya menunggu berita resmi dari bandara.  Tidak ada cara untuk mendapatkan informasi yang akurat, karena selama ini hanya dikatakan bahwa seseorang telah didiagnosis, tetapi ia tidak mengetahui dari mana asalnya.”

Sebelum  epidemi meledak, Kota Nanjing telah melakukan vaksinasi domestik skala besar. Karyawan bandara juga termasuk dalam kelompok prioritas. Beberapa netizen mengabarkan bahwa 17 orang yang terdeteksi di Bandara Nanjing kali ini memiliki strain Delta mutan India,  semuanya telah menerima vaksin domestik.

Namun, menurut sebuah penelitian baru yang diterbitkan minggu ini,  penelitian yang dilakukan bersama oleh Universitas Oxford di Inggris dan Sri Lanka, menunjukkan bahwa dibandingkan dengan jenis virus sebelumnya, vaksin virus Komunis Tiongkok yang diproduksi oleh Sinopharm, respon antibodi terhadap strain virus varian Delta lebih lemah atau berkurang 1,38 kali lipat.  Untuk varian Beta yang ditemukan di Afrika Selatan, respons antibodi berkurang 10 kali lipat secara signifikan.

Selain itu, studi perbandingan vaksin yang baru saja diumumkan oleh University of Hong Kong, juga menunjukkan bahwa orang yang menerima dua dosis BioNTech, atau Pfizer, memiliki tingkat antibodi rata-rata sekitar sembilan kali lebih tinggi, daripada mereka yang menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Shanghai, yang berdekatan dengan Provinsi Jiangsu, juga meningkatkan langkah-langkah pencegahan epidemi pada sore hari tanggal 21 Juli. Bagi mereka yang datang ke Shanghai dari daerah berisiko tinggi, pemantauan kesehatan karantina terpusat selama 14 hari dan dua tes asam nukleat akan dilaksanakan.  Bagi mereka yang berasal dari daerah berisiko sedang, diterapkan manajemen kesehatan masyarakat secara ketat selama 14 hari dan dua tes asam nukleat akan dilaksanakan.

Seorang warga bernama Jiang menuturkan:  Ia benar-benar salut kepada mereka. Apalagi, mereka yang pertama kali mulai berbicara tentang mendapatkan vaksinasi  untuk mencegah infeksi dan  mengurangi infeksi, tetapi kemudian mereka sendiri tidak yakin. Itu membuat orang-orang bingung. Ia sendiri sudah  divaksin. Ia harus pergi ke rumah sakit untuk menjenguk temannya setelah vaksinasi, tetapi mereka tidak memperbolehkan dirinya pergi, dan ia harus melakukan tes asam nukleat.  

Warga itu kemudian bertanya : Menurut Anda apa maksudnya ini? Saya sendiri tidak tahu. “

Kabar terbaru, tiga hari  lalu, majalah “Global People” menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, mengatakan bahwa dirinya telah divaksinasi tiga kali. Sedangkan jenis vaksinnya berbeda dari produsennya. 

Gao Fu juga pernah mengatakan pada Konferensi Vaksin dan Kesehatan Nasional pada April lalu, bahwa tingkat perlindungan vaksin Tiongkok tidak terlalu tinggi. (hui)

Share

Video Popular