NTD

Hujan lebat yang melanda Beijing pada Selasa (27 /7/2021) telah menyebabkan robohnya tanggul yang menahan tanah perbukitan di dekat gedung panti jompo di Xiangshan, Distrik Haidian, Beijing. Aliran lumpur dan puing-puing yang cukup deras telah merusak tangga gedung tersebut. Kabarnya 12 orang lansia terperangkap dan 5 orang lainnya tewas karenanya

Menurut akun publik WeChat ‘Beijing Haidian’, insiden itu terjadi pada 27 Juli sekitar pukul 18:30 tanggul yang menahan tanah perbukitan di sisi barat daya gedung panti jompo roboh dan lumpur serta batu terbawa ke halaman gedung, menyebabkan ruang berjemur dan sebagian bangunan di sisi barat ambruk. 

Setelah beberapa pencarian dan penyelamatan, 7 orang berhasil diselamatkan dan dikirim ke rumah sakit untuk diperiksa dan perawatan, salah seorang mengalami patah tulang kaki dan harus dioperasi, dan 5 orang lansia lainnya tewas.Saat ini, 6 orang lanjut telah berangsur-angsur keluar dari rumah sakit. Pejabat berwenang mengklaim bahwa penyebab insiden masih dalam penyelidikan.Netizen daratan dalam komentarnya di Weibo menyebutkan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh robohnya tanggul penahan tanah perbukitan karena curah hujan yang lebat, tetapi mengkritik pihak berwenang yang lambat dalam mengevakuasi para lansia yang tinggal di panti jompo tersebut.

“Saya tidak membahas masalah panti jompo yang didirikan di sana, tetapi mengomentari masalah bahwa Beijing telah secara resmi mengeluarkan beberapa kali peringatan biru, pihak berwenang tidak juga segera melakukan evakuasi terhadap para lansia dalam panti tepat pada waktunya ! Inilah masalahnya. Jadi bukankah ini adalah bencana buatan manusia ?”

“Tiga orang yang hilang dari Panti Jompo Xiangshan telah ditemukan, dan semuanya tewas. sehingga total korban akibat robohnya tanggul di Xiangshan menjadi 5 orang”.

“Orang-orang tua yang bernasib malang yang terpaksa tinggal dalam panti jompo ini meskipun sudah selamat dari gelombang demi gelombang epidemi COVID-19, tetapi menemui ajalnya dengan cara tertimpah musibah akibat jebolnya tanggul. Aduh ! Kasihan !” (sin)

 

Share

Video Popular