Erabaru.net. A Zhen adalah putri tertua dalam keluarganya. Untuk mengurangi beban orangtuanya, saat berusia 16 tahun bersama kerabatnya dia pergi ke kota untuk bekerja.

Pada usia 20 tahun, A Zhen bertemu Liu Gang, yang juga bekerja di pabrik yang sama. Kampung halaman mereka hanya terpisah satu kabupaten. Setelah dua tahun mereka menjalin cinta, mereka pun menikah.

Ibu A Zhen tidak ikut campur dalam pernikahan putrinya. Mengingat situasi keluarga Liu Gang, mereka hanya meminta hadiah simbolis. Untungnya, A Zhen sangat pengertian terhadap keluarga suaminya. Keluarga A Zhen juga tetap memperlakukan suaminya dengan sangat baik.

Setelah 6 bulan menikah, A Zhen pun hamil. Meskipun kondisi fisiknya agak lemah, dia masih rajin mengerjakan pekerjaan rumah dan dia masih pergi ke ladang untuk melakukan pekerjaan pertanian setiap hari.

Ibu mertuanya yang mengetahui apa yang dilakukan menantu perempuannya pun meminta Azhen untuk kembali ke rumah kelahirannya untuk mencegahnya melakukan pekerjaan pertanian sampai dia melahirkan.

Untuk menghemat uang, Azhen biasanya akan menaiki bus untuk pulang ke kampung halaman. Saat itu, suaminya sedang bekerja di luar, dan ibu mertuanya sibuk di rumah. Jadi A Zhen kembali ke rumah orang tuanya naik bus sendirian.

Ketika A Zhen naik bus, bus itu sudah penuh sesak dengan orang-orang, tetapi hanya ada satu kursi kosong. Bus berhenti di tengah jalan dan seorang wanita tua penyandang cacat dengan memakai kruk naik ke bus. Awalnya, pengemudi berteriak apakah ada yang mau memberikan kursi untuk wanita tua itu, namun setelah melihat penumpang lain tidak merespon, sopir tidak berbicara lagi dan terus menyetir.

A Zhen melihat sekeliling. Sebagian besar penumpang yang duduk di kursi bus adalah wanita paruh baya. Melihat bahwa mereka tidak berniat untuk bangun dan menyerahkan kursi pada wanita tua itu, A Zhen pun menyerahkan kursinya kepada wanita yang cacat itu, dan dia rela berdiri.

Bus melaju selama hampir satu jam. Karena dia baru hamil satu bulan dan perutnya tidak begitu terlihat bahwa dia sedang hamil.

Pada awalnya, ketika menyerahkan kursinya kepada wanita tua itu, wanita tua itu bertanya kepada A Zhen apakah dia hamil, A Zhen tersenyum dan berkata bahwa dia memang sedikit gemuk, lalu wanita itu pun duduk.

Azhen pun perlahan-lahan melupakan kejadian ini. Baru delapan bulan kemudian dia mengalami distosia saat melahirkan. Saat dokter tak berdaya, wanita tua cacat penumpang bus yang beberapa bulan lalu dia beri tempat tiba-tiba muncul dan menyelamatkan dia dan anak-anaknya.

Kemudian A Zhen memberi tahu ibu mertuanya tentang wanita tua itu. Ibu mertua berkata dengan mata merah bahwa semua ini adalah kehendak Tuhan.

Ternyata Azhen mengandung anak kembar. Suatu hari A Zhen sakit perut dan suaminya buru-buru membawanya ke klinik desa. Dokter memberi tahu Liu Gang bahwa ibu dan anak itu dalam kondisi yang sangat berbahaya dan mungkin sulit untuk melahirkan. Peralatan medis di desa juga tidak canggih, jadi Liu Gang dianjurkan untuk membawa istrinya ke rumah sakit daerah.

Saat itu, tidak ada kendaraan atau alat transportasi lain di rumah. Liu Gang dan keluarganya buru-buru membawa A Zhen untuk naik bus.

Saat mereka dengan cemas menunggu bus, wanita tua cacat yang telah dibantu oleh A Zhen muncul.

Wanita tua itu memberi tahu Liu Gang bahwa dia dulunya adalah seorang dokter kandungan dan ginekolog, dan Ah Zhen sekarang dalam kondisi kritis. Melihat ada bayi kembar di perutnya, dia harus segera melakukan persalinan.

Setelah melakukan persalinan yang menegangkan, ibu dan bayinya selamat, dan A Zhen berhasil melahirkan sepasang anak kembar yang sehat.

Seperti kata pepatah,: “Menanam kebaikan akan mendapatkan hasil yang baik, dan menanam hal yang buruk akan mendapatkan hasil yang buruk.”(lidya/yn)

Sumber: hknews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular