Erabaru.net. Peralatan medis seperti sonografi, tomografi terkomputasi dan sebagainya yang difungsikan sebagai kaca tembus pandang untuk melihat bagian-bagian organ dari tubuh manusia ini banyak digunakan oleh ahli medis untuk mendeteksi gangguan penyakit. Namun demikian, banyak orang menyebutnya sebagai hasil manifestasi kemajuan di bidang ilmiah. Padahal, dalam buku-buku kuno kaca tembus pandang ini sudah dianggap lazim.

Pada tahun-tahun awal Kaisar Tang Dezong dari Dinasti Tang berkuasa (tahun 785), di Danau Suzhou Taihu yang mengarah ke muara Sungai Songjiang, terlihat ada belasan orang nelayan yang menggunakan beberapa perahu sedang menjala ikan.

Hampir seharian mereka tidak mendapatkan seekor pun ikan, kecuali seorang dari mereka yang berhasil menjala sebuah kaca yang kemudian dilempar kembali ke dalam air lantaran kesal bukan ikan yang tertangkap.

Setelah itu ia memindahkan lokasi perahu dengan maksud meneruskan penangkapan ikan. Tetapi, lagi-lagi kaca tersebut yang tersangkut dalam jalanya.

Kemudian salah satu dari mereka mengambil kaca tersebut dan mengamatinya dengan saksama. Kaca itu panjangnya sekitar 7 – 8 inci, tetapi melalui kaca tersebut, nelayan itu dapat melihat tulang dan organ dalam tubuh temannya.

Ketika dia menggunakan kaca itu untuk melihat perutnya sendiri, dia menemukan bahwa ada organnya yang bernanah sehingga membuatnya merasa jijik dan pingsan seketika.

Nelayan yang lain juga terkejut dan masing-masing menggunakan kaca itu untuk melihat organ tubuhnya sendiri, setelah itu ada sebagian nelayan ini pingsan dan sebagian lagi mengalami muntah-muntah yang mungkin karena tidak kuat melihat anatomi tubuh mereka.

Tinggal seorang nelayan lagi yang tidak berani memanfaatkan kaca tersebut lalu buru-buru melemparnya ke dalam air.

Setelah beberapa waktu berlalu, para nelayan yang pingsan satu per satu siuman kembali. Nelayan terakhir yang melempar kaca ke dalam air ini terpaksa membantu membawa nelayan lainnya untuk pulang ke rumah.
Saat itu, semua orang percaya bahwa itu adalah kaca iblis.

Keesokan harinya, seperti biasa mereka kembali ke sungai untuk menjala ikan. Namun, hari itu mereka mendapatkan banyak ikan yang jumlahnya melebihi yang biasa mereka dapatkan. Selain itu, di antara nelayan itu yang sebelumnya berpenyakit semuanya sembuh.

Ketika ditanyakan kepada nelayan-nelayan tua di mana kaca tersebut berada. Ada yang mengatakan bahwa kaca ini akan muncul sekali dalam ratusan tahun.

Ada nelayan yang mengaku pernah melihatnya. Namun, tidak juga tidak dapat menjelaskan unsur magis apa yang berada di belakangnya. (Disadur dari kumpulan novel legendaris Tiongkok kuno “Yuan Hua Ji”)

Kaca tembus pandang yang terjaring oleh nelayan itu selain memiliki fungsi melihat ke bagian tubuh manusia yang tidak kasat mata, tetapi juga memiliki fungsi penyembuhan.

Melalui fungsi tersebut seseorang selain dapat melihat tulang dan organ dalamnya, tetapi sekaligus menyembuhkan penyakitnya. Inilah perbedaannya dengan peralatan modern saat ini.

Kita semua tahu bahwa meskipun peralatan sonografi, tomografi terkomputasi saat ini dapat digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengobati.

Tidak hanya itu, karena faktor radiasi sehingga penggunaan sonografi maupun CT scan dapat membahayakan kesehatan penggunanya. Inilah sebabnya mengapa kebanyakan wanita hamil tidak melakukan fluoroskopi di bagian dada.

Mungkin saja kita akan berpikir bahwa tulisan ini agak aneh, kurang atau tidak bisa dipercaya. Namun, kenyataannya tidak demikian, kalau manusia zaman now bisa membuat mesin tembus pandang untuk melihat ke dalam tubuh manusia, mengapa orang kuno tidak bisa membuat ? Pernyataan ini sendiri sudah tidak ilmiah.

Faktanya, teknologi kuno sangat tinggi, dan jauh melebihi teknologi saat ini, bedanya teknologi zaman dahulu tidak berbentuk mesin, tetapi berupa kemampuan seseorang seperti terbukanya mata ketiga untuk melihat hal yang tidak kasat mata, kemampuan clairvoyance untuk mengetahui kejadian di luar jarak pandang mata, atau kemampuan suming tong yang dapat mengetahui kejadian di masa mendatang.

Hal itu terjadi karena jalan yang ditempuh untuk memperoleh yang diistilahkan teknologi modern antar manusia zaman now dengan manusia zaman dahulu itu berbeda.(sin/yn)

Sumber: secretchina

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular