Erabaru.net. Pada tanggal 26 Juli, seorang ayah dengan mengenakan jas hujan biru tertatih-tatih bersepeda ke Stasiun Metro Zhengzhou, Jalur 5. Ada tanda di sepeda yang bertuliskan : ” Niuniu, ayah masih mau mengantarmu pulang.” Sosok ayah yang duduk diam di pintu masuk stasiun kereta bawah tanah dengan kepala tertunduk membuat banyak netizen sedih dan menangis.

Pada tanggal 20, sebuah tragedi terjadi di Stasiun Metro Zhengzhou. Ratusan penumpang dalam gerbang terjebak banjir setinggi dada. Orang-orang berdiri di air dingin selama beberapa jam, menunggu penyelamatan. Banyak orang menderita Hipoksia dan hipotermia.

Pada hari itu , 12 orang ditemukan meninggal. Pejabat melaporkan pada tanggal 26 bahwa total 14 orang ditemukan meninggal di kereta bawah tanah.

Di platform media sosial Tiongkok, ada ratusan pesan yang mencari kerabat dan teman yang kehilangan kontak selama banjir di Zhengzhou.

Banyak keluarga dan warga korban meletakkan bunga dan menyalakan lilin di gerbang stasiun kereta bawah tanah untuk memberi penghormatan kepada mereka yang meninggal.

Di luar pintu masuk kereta bawah tanah di Zhengzhou, suhu luar ruangan mencapai 33°C dan Matahari terik. Seorang ayah yang mengenakan jas hujan biru menarik perhatian orang.

Dilaporkan bahwa jas hujan ini adalah jas hujan yang dikenakannya saat berpisah dengan putrinya, karena khawatir putrinya tidak akan mengenalnya, dia pun tetap mengenakan jas hujan hari itu dan menunggu untuk membawa pulang putrinya.

Ayah ini sedang duduk diam di pintu masuk kereta bawah tanah, dan sebuah tanda dipasang di sepeda yang diparkir di sebelahnya, bertuliskan :” Niuniu , Ayah masih ingin mengantarmu pulang .”

Adegan ini membuat banyak netizen sedih dan menangis. Seorang ayah yang mencoba menghibur dirinya namun di sisi lain dia juga mengetahui bahwa putrinya telah tiada.(lidya/yn)

Sumber: ntdtv

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular