Ivan Pentchoukov

Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, Dr. Rochelle Walensky mengatakan, kepada para wartawan dalam telekonferensi pada  Selasa 27 Juli bahwa kekhawatiran terbesar baginya adalah bahwa virus yang sekarang menyebar mungkin telah “beberapa kali mengalami mutasi” untuk dapat menghindari vaksin

“Kekhawatiran terbesar yang saya pikir kita berkecimpung di bidang kesehatan masyarakat dan ilmu pengetahuan, khawatir akan virus dan potensi mutasi virus itu. Kita memiliki sebuah virus sangat menular  yang berpotensi menghindari vaksin  dalam hal bagaimana vaksin  melindungi kita dari penyakit yang parah dan kematian,” kata Direktur CDC, Dr. Rochelle Walensky.

Ia juga mengatakan, saat ini, untungnya, kita tidak mengalami hal itu. Vaksin ini bekerja dengan sangat baik dalam melindungi kita dari penyakit yang parah dan kematian. Tetapi kekhawatiran besar adalah varian berikutnya yang mungkin muncul, yang berpotensi mengalami beberapa kali mutasi, yang berpotensi menghindari vaksin kita.”

Dr. Rochelle Walensky menyarankan bahwa ancaman sebuah varian yang kebal terhadap vaksin yang ada sekarang ini, adalah alasan mengapa lebih banyak orang Amerika Serikat harus divaksinasi dalam upaya untuk mengendalikan virus itu dan mutasi virus itu. Lebih dari 163 juta orang Amerika Serikat telah menerima vaksinasi lengkap pada hari Selasa, menurut CDC AS.

CDC AS mengeluarkan panduan baru pada hari Selasa 27 Juli, yang menasihati orang-orang yang telah menerima vaksinasi lengkap untuk memakai masker di dalam ruangan, jika mereka berada “di sebuah area yang penting atau penularan yang tinggi.”

Lebih dari 63 persen negara bagian di Amerika Serikat memiliki angka penularan COVID-19 yang substansial atau tinggi pada  Selasa 27 Juli, menurut CDC.

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus  Komunis Tiongkok, umumnya dikenal sebagai jenis Coronavirus yang baru.

Panduan yang dikeluarkan pada hari Selasa itu, adalah sebuah kebalikan dari anjuran  yang dikeluarkan oleh CDC pada  Mei yang mengatakan, orang-orang yang telah menerima vaksinasi lengkap tidak harus memakai masker di dalam ruangan dan di sebagian besar pengaturan lainnya.

Lonjakan terbaru dalam kasus COVID-19 di Amerika Serikat, didorong oleh penyebaran varian Delta dari virus Komunis Tiongkok. Varian virus tersebut terdiri lebih dari setengah dari semua kasus infeksi baru pada awal bulan Juni dan menjadi lebih umum sejak itu, menurut program surveilans CDC AS.

“Kita menghadapi sejenis strain virus yang jauh berbeda dari sebelumnya di awal musim semi, di bulan Mei, ketika panduan pemakaian masker dilakukan —disediakan oleh CDC pada waktu itu,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan kepada para wartawan pada Selasa 27 Juli, menjawab pertanyaan mengenai varian virus tersebut dan pedoman CDC yang baru.

 Jen Psaki juga mengatakan : “Tugas mereka adalah melihat informasi yang berkembang, data yang berkembang, sebuah pandemi bersejarah yang berkembang, dan memberikan panduan kepada masyarakat Amerika Serikat.” (Vv)

 

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular