Li Mei – NTD

 Terkecuali  daratan Tiongkok, pada  Sabtu (31/7/2021) epidemi secara global menyebabkan 197,39 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia dan lebih dari 4,2 juta kasus kematian. Epidemi di Tiongkok turut menyebar luas. Beijing mengharuskan para guru dan siswa untuk kembali ke Beijing dua minggu sebelum dimulainya sekolah. Zhengzhou, yang baru saja dilanda banjir, juga diserang epidemi. Pihak berwenang mewajibkan tes asam nukleat untuk semua petugas dan warga. Selain itu, orang-orang tidak boleh meninggalkan Zhengzhou terkecuali jika ada keperluan mendesak

Komisi Kesehatan Komunis Tiongkok melaporkan pada hari itu menyampaikan bahwa 55 kasus baru dikonfirmasi, sebanyak 30 di antaranya adalah kasus transmisi lokal dan 19 kasus di Provinsi Jiangsu. Selain itu, ada 19 kasus infeksi dengan pasien orang tanpa gejala (OTG).  Dikarenakan Komunis Tiongkok sudah dikenal menyembunyikan epidemi dan fakta sebenarnya, angka yang disampaikan masih belum dapat dipastikan menunjukkan angka sesungguhnya.

Menurut media resmi Komunis Tiongkok, wabah Delta di Bandara Nanjing di Jiangsu, dapat ditelusuri kembali ke petugas kebersihan bandara. Diketahui petugas itu bekerja pada penerbangan yang berangkat dari Rusia.

Saat ini, epidemi telah menyebar ke sejumlah provinsi dan lebih dari 20 kota termasuk Jiangsu, Anhui, Sichuan, Liaoning, Guangdong, Hunan, dan Beijing.

Menurut laporan media, pada Sabtu 31 Juli, beberapa sekolah dasar dan menengah di Beijing, mengeluarkan pemberitahuan mendesak yang meminta guru dan siswa untuk kembali ke Beijing pada 15 Agustus, yaitu 14 hari sebelum dimulainya sekolah.

Kasus epidemi juga dilaporkan di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan yang belum lama ini diterjang banjir besar.  Pihak berwenang mengumumkan pada  Sabtu itu, mengharuskan semua karyawan untuk diuji asam nukleat. Sedangkan kepada masyarakat agar “tidak akan meninggalkan Zhengzhou kecuali jika diperlukan.” Mereka yang meninggalkan Zhengzhou harus memiliki sertifikat uji asam nukleat yang hasilnya tesnya negatif. 

Sementara itu di Tokyo, Penyelenggara Olimpiade memberitahukan 21 kasus baru terkait Olimpiade pada hari yang sama, sehingga total kumulatif menjadi 241 kasus.

Namun, juru bicara Komite Olimpiade Internasional. Mark Adams mengatakan bahwa tingkat positif terkait dengan Olimpiade hanya 0,02%.

Penyelenggara juga menyatakan bahwa sertifikat kualifikasi untuk satu orang atau lebih, telah dicabut karena para pihak melanggar aturan pencegahan epidemi dan meninggalkan komplek atlet dan pergi berjalan-jalan.

Pada  Kamis 29 Juli, beberapa anggota parlemen Italia memprotes pengesahan paspor vaksin, juga dikenal sebagai “Green Pass.”

Seorang anggota kongres terfoto sedang mencuri slogan “No Green Pass”. Ia berlari dan menghindari petugas keamanan. Anggota parlemen lainnya terus memegang slogan “No Green Pass”.

Ratusan orang juga turut memprotes di jalan-jalan Roma.

Seorang warga Roma, Flaminia berkata : “Saya memutuskan untuk berpartisipasi dalam protes. Saya pikir setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk memilih jenis perawatan apa pun terlepas dari apakah mereka divaksinasi atau tidak. Saya bebas memilih cara terbaik untuk kesehatan saya. ”  (Hui)

Share

Video Popular