oleh Hong Ning

Sebagian besar komunitas dan jalan-jalan di Kota Wuhan, tempat asal virus komunis Tiongkok (COVID-19) menyebar kembali diblokir karena serangan virus varian Delta. Banyak Komite Lingkungan ( setara kelurahan) mengeluarkan pemberitahuan darurat yang meminta warga di lingkungannya untuk tetap tinggal di rumah dan tidak keluar rumah. Pasar hasil pertanian dan toko-toko ditutup. Akibatnya, masyarakat yang panik berebut membeli barang-barang kebutuhan yang dijual di pasar swalayan

 Zona Pengembangan Ekonomi Wuhan, Tiongkok pada 2 Agustus 2021  mengeluarkan pengumuman bahwa seorang pekerja migran bermarga Tang bersama 6 orang lainnya yang memiliki riwayat kontak erat, dikonfirmasi positif terinfeksi melalui uji asam nukleat karena Tang juga berkontak dekat dengan kelompok turis dari Huai’an di stasiun kereta cepat Jingzhou. Itu ketika saat dirinya sedang menunggu kedatangan kereta pada 27 Juli lalu.

Hingga berita tersebut diturunkan, pejabat berwenang belum memberitahukan tentang apakah ada kasus baru yang dikonfirmasi, tetapi Kota Wuhan kembali memberlakukan lockdown terhadap komunitas dan pada  banyak jalan.

Pemberitahuan darurat dari Komite Lingkungan Komunitas Dongjing Wuhan (foto Internet)

Rekaman video menunjukkan, seorang warga setempat mengatakan : “Ya Tuhan, penutupan jalan lagi. Polisi semakin banyak. Bahkan Polisi Pamong Praja pun diturunkan untuk membantu pengontrolan dan pemblokiran jalan-jalan !”

Video menunjukkan bahwa barang-barang kebutuhan di Wuhan Sam’s Club nyaris habis diborong pembeli.

Mr. Yang, warga Wuhan mengatakan kepada reporter ‘Epoch Times’ : “Mulai hari ini (2 Agustus), pasar hasil pertanian, sejumlah toko, dan komunitas di sini telah diblokir. Ada 7 orang pekerja migran yang tinggal dalam lokasi konstruksi telah dikonfirmasi positif terinfeksi melalui tes asam nukleat. Meskipun mereka tidak tinggal di daerah kami, tetapi kami juga kena getahnya. Saya tidak tahu di mana ketujuh orang itu terinfeksi”.

Komite Lingkungan Komunitas Wanjiahu mengeluarkan pemberitahuan darurat yang meminta warga hanya bisa masuk tetapi tidak bisa keluar komunitas. (gambar web)

Mr Yang juga mengungkapkan bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar lingkungannya sudah mulai menjalankan tes asam nukleat.

Mr. Chen dari Distrik Caidian, Wuhan mengatakan : “Komunitas tempat kami tinggal pun sudah diblokir mulai 2 Agustus. Toko-toko tutup. Warga dilarang (oleh pemerintah) untuk turun dari apartemen, keluar komunitas”. Sore hari itu juga, tes asam nukleat dilakukan secara lokal.

Ada netizen yang menyampaikan informasi melalui media sosial : Tidak hanya komunitas Wanjiahu di Hanyang, tetapi beberapa komunitas di Tiga Kota Wuhan (Wuchang, Hanyang dan Hankou) diblokir pada 2 Agustus. Saat ini, barang-barang di toko swalayan seperti Hema dan Sam’s Club telah habis diborong warga … Tampak suasananya cukup tegang….”

Beberapa netizen mengunggah pemberitahuan dari pihak berwenang tentang pemblokiran di beberapa komunitas seperti Yongji, Tongde, Wanjiahu, dan Dongjing. Kontennya terutama mencakup kontrol daerah-daerah ini, mengharuskan penduduk tinggal di dalam rumah dan dilarang keluar rumah. (sin)

 

Share

Video Popular