Erabaru.net. Tuan Yang yang sekarang berusia 70 tahun bisa dikatakan telah mengalami pasang surut dalam hidup. Sejak muda, Yang mencari nafkah dengan mengumpulkan produk limbah.

Dia berkeluarga dan memiliki dua Anak laki-laki. Dia hidup bahagia dengan keluarganya, yang dia nantikan hanya menunggu putranya untuk memulai sebuah keluarga dan kemudian dapat menimang cucu tetapi di tahun-tahun berikutnya semua itu berubah sejak dia bertemu dengan seorang wanita.

Ketika Yang berusia 50 tahun, dia bertemu dengan seorang wanita yang bermarga Yi. Yang dan Yi menjadi semakin dekat dan akrab setelah mereka bertemu.

Tapi mereka sudah berkeluarga. Istri Yang berada di rumah dan suami Yi berada di kampung halamannya dan masing-masing dari mereka tidak ada yang mau menceraikan pasangannya.

Oleh karena itu, hubungan antara Yang dan Yi hanyalah sebagai teman dekat dan tidak ada ikatan di bawah hukum. Namun, Yang pada saat itu sangat terobsesi dengan Yi. Setelah Yang dan Yi meluangkan waktu bersama, Yang meninggalkan istri dan putranya selama bertahun-tahun.

Karena hubungan Yi dan suaminya tidak akur. Putra dan putri Yi menerima kedatangan Yang di rumahnya.

Yang dan anak-anak Yi seperti anaknya sendiri, dia memperlakukan mereka dengan sangat baik. Penghasilan dari pengumpulan produk limbah juga digunakan untuk menghidupi kedua anak Yi, dan bahkan ketika putri Yi membeli rumah, Yang ikut membayar. Pada saat itu, rumah tersebut dibeli dengan total 130.000 yuan (sekitar Rp 287 juta), dan Yang telah menginvestasikan dengan total 30.000 Yuan (sekitar Rp 66 juta).

Hari pun telah berlalu, dan lebih dari 10 tahun berlalu dengan cepat. Walau tubuh Yang tidak sekuat dirinya sebelumnya, dia masih bisa mengumpulkan produk limbah untuk menghasilkan uang, menghidupi dirinya sendiri, dan keluarganya.

Tapi seiring bertambahnya usia, Yang tidak bertenaga, dia akhirnya harus melepaskan usahanya pengumpulan produk limbah.

Hubungan antara Yang dan Yi menjadi sangat buruk. Tak berapa lama kemudian, putri Yi berencana untuk membawa ibunya untuk tinggal di Amerika Serikat.

Putri Yi tidak membawa Yang untuk ikut ke Amerika Serikat, dan berkata bahwa mereka akan memberi Yang 300 yuan (sekitar Rp 664 ribu) untuk biaya hidup setiap bulan.

Jelas Yang menolak, pertama dia merasa tidak ingin jauh dari Yi dan menganggap 300 yuan sebagai biaya hidup adalah nominal yang sangat kecil, karena hal ini munculah konflik dengan keluarga Yi, terutama putri Yi yang sangat marah karena penolakan Yang.

Saat itu Yang sangat tidak habis pikir, dia telah menghidupi keluarga tersebut selama 20 tahun, ketika dia sudah tua dan tidak memiliki sumber penghasilan, dia seperti dibuang. Yang juga berpikir bahwa Yi yang akan pindah ke Amerika untuk Tinggal di rumah putrinya hanya alasan. Yi hanya tidak mau menanggung beban dan mengurus Yang.

Yang pun berkata bahwa dia mau mengakhiri hubungannya dengan Yi jika diberi kompensasi. Mendengar hal ini, putri Yi menjadi naik pitam.

Yang berkata bahwa selama bertahun-tahun, dia telah menghidupi keluarga tersebut dan salah satu bukti nyata adalah pembayaraan rumah putri Yi.

Mendengar kabar ini, kedua putra Yang juga menyatakan kesediaan mereka untuk mendukung Yang dan bersedia membantu apa yang ingin diperjuangkan ayahnya.

Yang meminta kompensasi sebesar 80.000 ( sekitar Rp 177 juta). Setelah mediasi, Yi akhirnya setuju untuk memberikan kompensasi kepada Yang sebesar 20.000 (sekitar Rp 44 juta). Yang juga akhirnya menyetujui nominal kompensasi dan keduanya pun mengakhiri hubungan yang telah mereka jalani selama 20 tahun ini ! (lidya/yn)

Sumber: viewinews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular