Erabaru.net. Saya percaya banyak orang telah mendengar tentang konsep “membesarkan anak agar mereka dapat merawat kita saat tua”. Namun, bagi Paman Zhang bahwa kalimat ini benar-benar tidak berguna sampai dia berusia 70 tahun.

Ketika masih muda, Paman Zhang pergi bekerja di luar negri , meninggalkan putra dan putrinya di rumah dan membiarkan tetangganya yang tidak memiliki anak merawatnya.

Uang yang dia hasilkan setiap bulan dikirim ke tetangganya, untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan membayar jasa tetangganya karena telah merawat anak-anaknya.

Meskipun anak-anaknya sudah dewasa, paman Zhang tetap seperti dirinya yang dulu, dengan semangat kerja kerasnya. Dengan kegigihannya, dia menghasilkan lebih banyak uang. Saat putranya menikah, dia juga mengirim uang untuk pernikahannya.

Sekarang, Paman Zhang sudah berusia 70 tahun, dan dia ingin pensiun. Dia telah bekerja di luar kota dan jauh dari anak-anaknya selama 30 tahun.

Paman Zhang ingin kembali dan menikmati masa tuanya bersama anak-anaknya, tetapi pertanyaannya adalah, apakah putranya akan memperlakukannya dengan tulus? Atau apakah mereka akan menelantarkannya?

Paman Zhang memutuskan untuk pulang dan berpura-pura menjadi seorang pengemis, sehingga dia dapat melihat apakah putranya benar-benar peduli padanya.

Dia mengetuk pintu rumah putranya, saat putranya melihat seorang pengemis datang ke rumahnya dia langsung memarahi dan mengusirnya.

Paman Zhang dengan cepat mengungkapkan identitasnya dan mengatakan bahwa dia adalah ayahnya. Setelah putranya mengenalinya, dia masih tetap memarahi Paman Zhang, dan tidak ingin menghidupinya.

Paman Zhang diusir, dia tidak punya tempat untuk dituju. Dia berencana untuk membeli rumah dan tinggal sendiri, tetapi dia tidak mau menikmati masa tuanya sendirian.

Saat dia sedang berjalan dan memikirkan situasinya, dia berpapasan dengan menantu laki-lakinya yang menikahi putrinya.

Paman Zhang pernah pulang ke rumah sekali ketika putrinya menikah, jadi menantunya mengenali Paman Zhang.

Menantu laki-laki itu melihat Paman Zhang dalam situasi putus asa, dan tanpa sepatah kata pun, dia bergegas mengajak Paman Zhang pulang ke rumahnya.

Paman Zhang berkata, : “Saya seorang tunawisma dan tidak mau menyusahkan kalian!”

Menantu laki-laki itu menggelengkan kepalanya dan sambil tersenyum berkata : “Apa yang Anda katakan? Anda adalah ayah dari istriku yang berarti juga adalah ayahku, ayah kami. Tentu saja kami harus membantumu!”

Setelah menantu laki-laki sampai di rumah, paman Zhang menemukan bahwa mereka memiliki kehidupan yang miskin, dan tinggal di sebuah rumah yang sudah bobrok.

Paman Zhang berkata: “Kehidupanmu sangat sulit, dengan saya tinggal di sini, itu hanya akan menimbulkan masalah!”

Menantu laki-laki itu tersenyum dan berkata,: “Tidak masalah, saya tidak punya ayah atau ibu sejak saya masih kecil. Putri Anda mau menikah denganku, saya sudah sangat bersyukur. Meskipun kami miskin, saya dan putri Anda sangat bahagia!”

Putrinya juga mengangguk, dengan senyum di wajahnya. Paman Zhang pun memutuskan untuk tinggal di rumah menantunya.
Paman Zhang merasa bahwa meskipun putri dan menantunya miskin, mereka penuh harapan untuk hidup dan juga sangat baik padanya.

Meskipun paman Zhang berpura-pura menjadi seorang yang miskin mereka tetap menerimanya, ini benar-benar membuat paman Zhang terharu.

Setelah hidup beberapa hari di rumah putrinya dan mereka mau merawatnya dengan tanpa melihat kondisinya, Paman Zhang lantas memberikan sebuah kartu ATM berisi uang kepada menantunya.

Menantu laki-laki itu sangat terkejut dan juga senang.

Paman Zhang berkata : “Rumah ini terlalu kecil dan saya tidak punya tempat tinggal. Kamu dapat mengambil ini dan membeli sebuah rumah besok. Kamu dapat memilih jenis rumah apa pun. Uang bukanlah masalah !”

Belakangan, putra paman Zhang baru mengetahui hal ini. Di rumah baru, putranya datang dan berkata bahwa dia sangat menyesal, dia bersikeras ingin membawa paman Zhang pulang, namun paman Zhang jelas menolaknya karena dia tahu bahwa putranya melakukan itu semua karena hanya ingin hartanya.

Berbakti kepada orangtua kita adalah kualitas moral kita dan harus diperhatikan. Saya harap semua orang dapat berbakti pada orangtua mereka apa pun kondisi mereka! (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular