Erabaru.net. Ada seorang sarjana yang sangat cerdas. Dia menjadi sangat cerdas dan berpengetahuan karena sejak kecil selalu membaca buku. Sayangnya dia memiliki kekurangan, setelah merasa bahwa dia lebih cerdas dari yang lain, dia mulai menjadi sombong.

suatu hari, dia diundang untuk menjadi pembicara di kota lain, jadi dia pergi ke kota tersebut dengan menaiki perahu. Di atas perahu, hanya ada dirinya dan tukang perahu.

Tukang perahu itu tampak masih muda. Sang sarjana berpikir, malang sekali nasib si tukang perahu. Saat usia dia sama dengannya, dia telah menjadi sarjana hebat. Namun, orang di hadapannya hanya menjadi tukang perahu.

Kesombongannya mulai timbul, dia bermaksud memamerkan kecerdasannya dan berkata pada tukang perahu : “Hei, kamu tahu tentang astronomi dan geografi ?”

Tukang perahu menjawab: “Wah, apa itu ? saya baru mendengarnya .“

Sarjana itu berkata dengan wajah tertawa : “Apa ? Jadi kamu baru mendengarnya? Malang sekali hidupmu, masa muda mu telah dihabiskan dengan sia-sia.”

Tukang perahu hanya diam. Kemudian angin bertiup sangat keras dan mendorong perahu mereka menghantam batu karang.

 

Perahu itu retak dan air mulai mengalir masuk. Tukang perahu bertanya: “Tuan, apakah Anda tahu bagaimana caranya berenang ?”
Sarjana itu menjawab : “Apa ? Saya mempelajari banyak buku namun tidak termasuk berenang.”

Tukang perahu menjawab: “Anda telah gagal mempelajari 1 keterampilan penting dalam hidup, kita sudah mau tenggelam sekarang.”

Namun, berkat keterampilan berenangnya, tukang perahu itu membawa sang sarjana berenang dan berhasil menyelamatkan diri mereka berdua.

Sejak saat itu sang sarjana mengerti bahwa dia sudah dibutakan oleh kesombongannya sedangkan dia lupa bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dia adalah seorang sarjana dan pemuda itu hanya tukang perahu, awalnya dia berpikir nasib tukang perahu sangat malang karena tidak mengetahui banyak pengetahuan seperti yang dia pelajari, namun dia tidak menyangka bahwa justru tukang perahu itu yang malah menyelamatkan nyawanya.(lidya/yn)

sumber: parividha

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular