Erabaru.net. Suatu ketika, seorang petani memeriksa tanaman singkong di ladangnya. Namun, tanaman singkongnya telah dirusak binatang liar.

Petani pun membuat lubang perangkap untuk menangkap binatang yang merusak tanaman singkongnya.

Tiba-tiba, setan yang berwajah seram datang.

“Aku akan membantumu menggali perangkap dan kita berbagi binatang yang terjebak,” kata setan. Petani yang ketakutan tidak bisa menoIaknya.

“Semua binatang jantan yang masuk perangkap, jadi milikmu. Lalu, binatang betina yang masuk perangkap, jadi milikku,” kata setan mengatur.

Ternyata, setiap hari hanya binatang jantan yang masuk perangkap. Semuanya jadi milik petani.

“Tentu saja selalu binatang jantan yang masuk perangkap karena binatang jantanlah yang mencari makanan,” pikir petani sambil tertawa puas.

Kini, petani punya banyak persediaan daging. Tapi, dia dan keluarganya tetap butuh singkong sebagai makanan pokok.

“Aku akan ke Iadang. Barangkali masih ada singkong tersisa. Kau jagalah anak kita,” kata istri petani.

Karena lama menunggu, istri petani pun menyusul ke ladang bersama anaknya dan melihat setan di ladang. istri petani yang terkejut juga tidak sengaja terjatuh ke dalam perangkap.

“Akhirnya ada binatang betina yang masuk perangkap,” kata setan sambil tertawa.

Petani kaget melihat istrinya berada dalam lubang perangkap.

“Dia manusia, bukan binatang,” kata petani itu.

Tapi, setan tidak mau peduli. “Dia binatang betina. Dia milikku,” kata setan.

Petani mulai takut kehilangan istrinya. Tiba-tiba, anak petani berkata,: “Biarkanlah setan mengambil haknya, ayah!”

“Ah, kau anak yang bijaksana,” kata setan sambil masuk ke dalam lubang perangkap hendak mengambil istri petani.

Saat setan masuk lubang perangkap. Anak itu sambil menunjuk setan berkata : “Lihat, ayah! Ada binatang jantan di dalam perangkap.”

Setan kebingungan. Menurut perjanjian yang dia buat, semua binatang jantan jadi milik petani. Dia tidak mau jadi budak petani. Akhirnya, dia setuju untuk melepaskan istri petani asalkan petani juga membebaskannya.

Sungguh anak yang cerdas. (lidya/yn)

Sumber: NTD podcast – spotify

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular