Erabaru.net. Ada seorang pria tua bernama Liu Muhai, dia dan istrinya memiliki 3 anak laki-laki. Untuk menghidupi ketiga putranya, Liu Muhai pergi ke kota untuk bekerja. Dia telah melakukan banyak pekerjaan keras di kota. Meskipun sangat melelahkan, dia berpikir itu semua sepadan demi memenuhi kebutuhan ketiga putranya

Karena dia bekerja keras di luar selama bertahun-tahun dan hanya kembali ke rumah selama Festival Musim Semi, dia pun jarang berinteraksi dengan ketiga putranya.

Seiring berjalannya waktu, usianya sudah hampir 70 dan tubuhnya sudah tidak sekuat dulu untuk melakukan pekerjaan keras. Dia pun berencana untuk pulang dan menghabiskan hari tuanya di kampung halamannya.

Karena dia selama bertahun tahun tidak tinggal bersama putranya, jadi dia tidak mengenal sifat ketiga putranya. Dia memutuskan untuk berpura-pura menjadi seorang pengemis dan pulang untuk menguji sikap ketiga putranya terhadapnya.

Ketika dia sampai di pintu masuk desa, dia berganti pakaian menggunakan pakaian compang-camping dan sengaja mengotori tubuhnya, membawa tas besar, dan berubah menjadi seorang pengemis tua yang miskin.

Pertama, dia pergi ke rumah anak sulung dan mengetuk pintu, yang kebetulan dibuka oleh anak sulung. Orang tua itu berkata kepada putra sulungnya: “Nak, Ayah sudah kembali.”

Putra sulung memandangnya dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan wajahnya menjadi tidak senang.. Dia mendorong pria tua itu dengan keras,dan berkata dengan keras: “ Hei, pengemis tua ! Beraninya kau berpura-pura menjadi ayahku? Ayahku menghasilkan banyak uang di kota besar dan mengirimi saya uang bulan lalu.”

Pria tua itu berkata: “Ini benar ayahmu. Bisnis ayah telah gagal, jadi ayah berpenampilan seperti ini.”

Mendengar ini, putra sulung melanjutkan: “Jangan kembali jika bisnis Anda gagal ! Keluar, keluar, keluar, keluar !” sambil mendorong orang tua itu.

Orang tua itu menangis dan berjalan menuju rumah putra keduanya.

Putra kedua kebetulan keluar dan hampir menabraknya.

Orang tua itu berkata dengan gembira: “Hei nak, ayah telah kembali !”

Putra keduanya menatapnya lama, lalu pura-pura tidak mengenalnya.

Dia berkata: “Pergi, pergi, pergi, aku tidak mengenalmu.”

Orang tua itu berkata: “Lihatlah lebih jelas, mengapa kau bisa tidak mengenali ayah? Aku ayahmu.”

Putra kedua berbalik, menuju ke rumahnya dan membanting pintu hingga tertutup.

Orang tua yang melihat pintu putra keduanya tertutup itu langsung putus asa.

Namun, dia tetap berjalan menuju rumah putra bungsunya.

Ketika putra bungsu melihat ayahnya telah menjadi pengemis, dia langsung menangis.

“Ayah, mengapa kamu seperti ini? Pulanglah. Jangan pergi bekerja lagi dan tinggallah di rumahku,” kata putra bungsunya.

Putra bungsu menoleh ke istrinya dan berkata: “Cepat masak air untuk ayah mandi. Saya akan membeli makanan di luar. Ayah pasti lapar!”

Putra bungsunya segera pergi ke pasar untuk membeli banyak ikan dan daging.

Orang tua itu sangat gembira ketika dia melihat putranya bungsunya dan istrinya mau menerimanya.

Setelah putra bungsu kembali, dia berkata: “Nak, ayah telah gagal dalam bisnis, dan tidak ada uang lagi, apakah kamu masih mau menerima ayah di rumah?”

Putra bungsu berkata: “Ayah, apa yang kamu katakan? Ayah telah membesarkan saya dari kecil dan saya harus merawat ayah ketika ayah sudah tua, bukankah begitu? Mulai sekarang, kami akan menjagamu dan ayah harus berhenti menjadi pengemis.”

“Ayah mertua, kamu bisa hidup dengan tenang sekarang. Dulu ayah mengirimi kami uang setiap bulan agar kami bisa memiliki kehidupan yang baik sekarang, kami akan menjagamu,” kata menantu perempuannya.

Pria tua itu meneteskan air mata, dan dia langsung membuka tas besar yang dia bawa. Kemudian dia berkata: “Anakku, Ini adalah tabunganku, ada sekitar 880.000 yuan dan akan kuberikan padamu semuanya. Mulai sekarang, aku juga akan tinggal di rumahmu.”

Putra bungsu berkata: “Ayah, ayah telah merawat dan membesarkan saya. Sekarang saya sudah dewasa, saya harus merawat ayah. Ayah tidak perlu memberi saya uang, berikan saja kepada kakak tertua dan kakak kedua.”

Pria tua itu memikirkan bagaimana putra sulung dan putra keduanya memperlakukannya, dan dia menjadi lebih bertekad untuk memberikan semua uang kepada putra bungsunya. Atas desakannya, putra bungsunya akhirnya mau menerimanya.

Putra tertua dan putra kedua menjadi menyesal ketika mereka mengetahui hal itu. Mereka bahkan datang untuk meminta maaf. Namun, dia mengusir mereka dan tidak memberi mereka uang sepeser pun. Apakah menurut Anda orang tua itu melakukan hal yang benar? (lidya/yn)

Sumber: happy715568049

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular