Luo Tingting 

Situasi epidemi di Tiongkok melonjak tajam, 8 zona berisiko tinggi dan 13 area berisiko sedang ditambahkan dalam sehari pada Minggu (8/8/2021). Ada 15 daerah berisiko tinggi dan 201 daerah berisiko sedang di seluruh negeri. Situasi epidemi di Henan meningkat pesat. Tujuh daerah berisiko tinggi ditambahkan dalam sehari, dan Kabupaten Weishi “ditutup.”

Menurut “The Paper”, pada 10:30 pada  8 Agustus, sebaran 15 daerah berisiko tinggi di seluruh daratan Tiongkok adalah : 

1 kasus di Yunnan: Kota Ruili

3 kasus di Jiangsu: 1 di Nanjing, 2 di Yangzhou

8 kasus di Henan: 1 di Kota Zhengzhou, 7 di Kota Kaifeng (semua di Kabupaten Weishi)

3 kasus di Hunan: semua di Zhangjiajie

201 kasus wilayah berisiko sedang tersebar di:

4 kasus di Yunnan: semua di Kota Ruili

116 kasus  di Jiangsu: 21 di Nanjing, 2 di Suqian, 83 di Yangzhou, dan 10 di Huai’an

1 kasu di Liaoning: Dalian

5 kasus di Sichuan: 3 di Chengdu, 1 di Yibin, 1 di Luzhou

25 kasus di Hunan: 11 di Kota Zhangjiajie, 7 di Kota Zhuzhou, 3 di Kota Changsha, 1 di Kota Yiyang, 1 di Kota Xiangtan, 2 di Xiangxi Tujia dan Prefektur Otonomi Miao

2 kasus di Fujian: semua di Xiamen

33 kasus di Henan: 25 di Zhengzhou, 4 di Shangqiu, 3 di Zhumadian, 1 di Kaifeng

6 kasus di Hubei: 1 di Kota Huanggang, 1 di Kota Jingzhou, 3 di Kota Wuhan, 1 di Kota Jingmen

2 kasus di Hainan: semua di Kota Haikou

3 kasus di Shandong: semua di Yantai

1 kasus di Shanghai: Area Baru Pudong

2 kasus di Beijing: 1 di Distrik Changping, 1 di Distrik Fangshan

1 kasus Daerah Otonomi Mongolia Dalam: Kota Hulunbuir

Menurut situs web Komisi Kesehatan Nasional Komunis Tiongkok, dalam 24 Jam pada 8 Agustus, ada 94 kasus lokal baru dalam satu hari, termasuk 41 kasus di Henan, 38 kasus di Jiangsu, 12 kasus di Hunan, dan 3 kasus di Hubei.

Karena Komunis Tiongkok secara konsisten menyembunyikan kebenaran epidemi, dunia luar meragukan keaslian angka epidemi resmi. Namun demikian, data resmi dapat digunakan untuk mengamati penyebaran dan tingkat keparahan epidemi di berbagai bagian Tiongkok.

“Kota Tertutup” di Kabupaten Weishi, Henan

Epidemi menyebar di Henan. Markas Besar Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Kaifeng mengeluarkan pemberitahuan pada  8 Agustus, bahwa 7 desa di Kabupaten Weishi, Kaifeng ditingkatkan menjadi zona berisiko tinggi, termasuk Desa Qiancao, Desa Houcao, Desa Yujia, Desa Wenjia, Desa Liujia , dan Kota Zhuangtou, Desa Sunzhuang dan Desa Tianjia.

Selain itu, area lain di Kota Zhuangtou, Kabupaten Weishi disesuaikan dengan area berisiko sedang.

Kabupaten Weishi mulai “menutup kota” pada 8 Agustus, dan seluruh wilayah menerapkan manajemen penguncian dan menangguhkan kontak dengan orang luar. 

Semua desa telah mendirikan pos pemeriksaan lalu lintas yang dijaga 24 jam sehari. Sedangkan orang-orang dan kendaraan dilarang masuk dan keluar.

Pada saat yang sama, sejak 5 Juli, penyelidikan komprehensif telah dilakukan pada orang-orang yang kembali dan memasuki negara itu dari daerah berisiko tinggi dan menengah, yang telah masuk dan keluar dari Rumah Sakit Keenam Zhengzhou, Distrik Erqi dan sedang. dan daerah berisiko tinggi di Zhengzhou, serta mereka yang telah kembali dari luar negeri.

Pada 9 Agustus, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Henan, mengeluarkan pemberitahuan segera, bahwa semua tur kelompok antar provinsi dan layanan “tiket pesawat + hotel” akan ditangguhkan. Bahkan diperingatkan tentang turis dari daerah berisiko menengah dan tinggi dilarang datang.

Beberapa netizen meninggalkan pesan di Weibo: “Desa ini tutup, semuanya tutup, dan tidak ada yang akan menjual pangan. Kapan bisa dibuka.” 

Netizen lainnya juga menyampaikan pesan berbunyi : Desa ditutup, jalanan ditutup, tidak bisa membeli pangan, hanya bisa memakan yang ditanam sendiri, panganan yang tersisa tidak banyak, hanya beberapa kentang yang tersisa.”

Beberapa netizen juga mengatakan: “Kabupaten Weishi baru saja mengalami banjir dan tangul Sungai Jialu pecah dan mengalami epidemi. Rongsokan dan puing-puing di rumah belum

Beberapa netizen mengeluh tentang tindakan pencegahan epidemi ekstrem Komunis Tiongkok.Pasalnya,  berdampak serius pada kehidupan warga : “Kontrol Kabupaten Weishi lebih ketat daripada kontrol Zhengzhou, dan belanja bahan makanan sehari-hari, obat-obatan, dan perawatan pasien lainnya tidak dapat dilakukan. Bahkan jika kontrolnya lebih ketat. juga diperlukan untuk melindungi kebutuhan dasar masyarakat, bukankah demikian?  tidak bisa membiarkannya atau mengabaikan begitu saja, sangat tidak masuk akal. “

Tempat Pengujian Asam Nukleat Yangzhou Menjadi “Klaster Penularan ”

Pada  8 agustus, Desa Lianhe, Kota Wantou, Distrik Guangling, Kota Yangzhou disesuaikan dari area berisiko sedang menjadi area berisiko tinggi, dan 10 area lainnya disesuaikan menjadi area berisiko sedang. Hingga saat ini, Kota Yangzhou memiliki 2 wilayah berisiko tinggi dan 83 wilayah berisiko sedang. Pada  malam harinya, Distrik Guangling dan Distrik Hanjiang di kota utama Yangzhou mengeluarkan pemberitahuan untuk memulai putaran kelima tes asam nukleat, untuk semua warga mulai pukul 6:30 pagi pada  9 Agustus.

Namun demikian, publik khawatir bahwa tempat pengujian asam nukleat akan menjadi “klaster transit virus.” 

Seorang pekerja medis di Yangzhou terinfeksi. Itu setelah ia bekerja di tempat uji asam nukleat di Desa Lianhe, Kota Wantou, Distrik Guangling dari siang hari pada  29 Juli hingga 31 Juli.

Saat ini, Desa Lianhe, Kota Wantou, Distrik Guangling, telah terdaftar sebagai salah satu daerah berisiko sedang.

Sejak 28 Juli, Yangzhou telah melaporkan total 300 kasus yang dikonfirmasi di Yangzhou, mencapai 308 kasus. Angka ini  melampaui jumlah kasus terkonfirmasi yang secara resmi diberitahukan oleh Nanjing.

Lockdown Zhangjiajie tidak dapat menghentikan epidemi

Pada  8 Agustus, Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan menambahkan 10 kasus baru yang dikonfirmasi. Sejak 29 Juli, total 47 kasus lokal yang dikonfirmasi telah ditemukan di Kota Zhangjiajie. Di antara kasus yang dikonfirmasi, yang termuda berusia 5 tahun dan yang tertua berusia 63 tahun.

Kota Zhangjiajie telah lama di-lockdown, transportasi umum telah ditangguhkan. Semua warga diisolasi di rumah, dan turis juga dilarang pergi. Akan tetapi, jumlah infeksi terus meningkat, dan epidemi telah menyebar ke banyak tempat. Setidaknya 20 pejabat publik di Zhangjiajie  dihukum dengan dalih pencegahan epidemi yang buruk. (hui)

Share

Video Popular