Luo Tingting

Epidemi di Zhengzhou, Henan, Tiongkok dengan cepat meledak.  Pada  9 Agustus saja, tiga zona berisiko menengah meningkat. Namun demikian, pada hari yang sama, pihak berwenang secara tiba-tiba mengeluarkan pemberitahuan darurat untuk menangguhkan vaksinasi virus Komunis Tiongkok di kota tersebut. Alasannya, secara ketat mencegah kerumunan orang-orang dan membendung penyebaran virus. Langkah ini memicu spekulasi di kalangan publik

Zhengzhou Menambahkan 3 Zona Berisiko Terbaru, Seluruh Kota Menangguhkan Vaksinasi

Tim Vaksinasi Kota Zhengzhou mengeluarkan pemberitahuan darurat pada 9 Agustus, yang menyatakan bahwa sesuai dengan persyaratan dari Markas Besar Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Kota Zhengzhou dan para pemimpin kota, menangguhkan vaksinasi massal. Langkah itu dikarenakan untuk secara ketat mencegah kerumunan orang-orang dan memblokir penyebaran virus.

Semua lokasi vaksinasi di Kota Zhengzhou termasuk klinik vaksinasi tetap, lokasi vaksinasi sementara, tim vaksinasi keliling ditangguhkan. Lalu  kapan akan dimulai lagi vaksinasi, maka akan diberitahukan secara terpisah. Langkah ini memicu spekulasi publik, dan dunia luar mempertanyakan efikasi vaksin buatan Tiongkok.

Virus varian Delta yang sangat menular, menyebar di Zhengzhou. Epidemi Zhengzhou memburuk dengan cepat, dan zona  berisiko menengah ditambahkan pada  9 Agustus. Hingga saat ini, Kota Zhengzhou memiliki 1 area berisiko tinggi dan 28 area berisiko sedang.

Keterangan Foto : Zhengzhou tiba-tiba menghentikan vaksinasi pada pencarian viral Weibo. (Tangkapan layar Weibo)

Kantor Kelompok Terkemuka Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Zhengzhou, juga mengeluarkan pemberitahuan pada tanggal 9 Agustus, bahwa putaran baru test massal akan digelar di kota pada  10 Agustus. Objek deteksi meliputi:

  1. Petugas karantina rumah yang terkait dengan Rumah Sakit Keenam Zhengzhou;
  2. Para dokter dan perawat, karyawan dan personel terkait dari Rumah Sakit Keenam Kota Zhengzhou yang telah dipindahkan ke titik observasi dan isolasi medis terpusat;
  3. Orang-orang yang datang ke Zhengzhou dari daerah berisiko menengah dan tinggi di seluruh negeri. Termasuk, mereka yang didiagnosis positif dan yang memiliki kontak erat  dengan mereka;
  4. Personil dari wilayah kota yang berisiko sedang dan tinggi, dan semua orang di setiap titik isolasi observasi medis.
  5. Semua staf Rumah Sakit Pertama Zhengzhou, Rumah Sakit Ortopedi Zhengzhou, Rumah Sakit Zhengzhou Yihe, Rumah Perawatan Lansia, Aixin Zhengzhou ;
  6. Staf kelas khusus di bandara dan pelabuhan, dan karyawan logistik dari rantai dingin yang diimpor;
  7. Berpartisipasi dalam staf medis pengujian massal, personil layanan garis depan, dan staf terkait dari lembaga test COVID-19  pihak ketiga;
  8. Staf garis depan markas besar pencegahan dan pengendalian epidemi.

Otoritas Zhengzhou memperingatkan bahwa personel utama yang tidak berpartisipasi dalam putaran test COVID-19 secara massal, memiliki kode kesehatan yang ditandai sebagai kode kuning, dan mereka harus bertanggung jawab. Artinya, mereka yang tidak mengikuti uji test, akan dimintai pertanggungjawaban.

Vaksinasi Dihentikan Ketika Epidemi Meningkat di Guangzhou

Zhengzhou bukan kota yang  pertamakalinya  menangguhkan vaksinasi massal.  Pada 31 Mei 2021, epidemi lokal meledak di Guangzhou. Karena lonjakan jumlah infeksi, pihak berwenang Guangzhou juga menangguhkan vaksinasi untuk sementara waktu dengan alasan mencegah keramaian, pengumpulan orang dalam jumlah besar dan pengurangan risiko penularan virus.

Warga : 90% Orang yang Terinfeksi telah Divaksinasi dengan Vaksin Tiongkok

Selain itu, epidemi meledak di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu pada bulan Juli lalu. Terjadi kasus penyebaran skala besar. Zhou Ning, seorang penduduk Nanjing, mengungkapkan kepada Radio Free Asia bahwa “lebih dari 90% orang yang terinfeksi di Nanjing kali ini telah divaksinasi dan berkata terus secara terang, “Vaksin ini benar-benar tidak berguna.”

Baru-baru ini, situasi epidemi di Yangzhou, Jiangsu lebih parah daripada di Nanjing.  Wang Qiang (nama samaran), orang yang tertinggal di sebuah hotel di Yangzhou, mengungkapkan kepada wartawan NTD bahwa, seperti Nanjing, banyak orang-orang di Yangzhou telah divaksinasi. Akan tetapi, masih terinfeksi.

Wang Qiang menuturkan: “Sekarang sebagian besar penduduk setempat dari Yangzhou. Hampir semua dari mereka telah divaksinasi dan telah menerima dua dosis vaksin. Mereka  telah  memulai vaksin sejak lama. Warga telah menyelesaikan vaksin pada bulan April dan Mei lalu. Anda lihat Infeksi awal di Bandara Nanjing, semuanya telah divaksinasi.”

Zhang Wenhong: Vaksin Tiongkok “Membasmi Epidemi” Hampir Tidak Mungkin

Menanggapi pertanyaan tentang kemanjuran vaksin domestik, Zhang Wenhong, direktur Departemen Penyakit Menular, Rumah Sakit Huashan, Universitas Fudan, Shanghai, memposting di Weibo pada 29 Juli, bahwa epidemi Nanjing dan epidemi Guangzhou semua pasien yang terinfeksi telah divaksinasi dengan vaksin buatan Tiongkok.

Dia mengklaim bahwa vaksin buatan Tiongkok hanya dapat “memperlambat penyebaran” dan “mengurangi tingkat kematian” sampai batas tertentu, akan tetapi tidak mungkin untuk “mencapai zero kasus  yang didiagnosis” atau “membasmi epidemi.” (hui)

Share

Video Popular