Erabaru.net. Gadis kecil yang duduk di pangkuan ibunya ini bernama Yiyi. Di akhir bulan ini, Yiyi akan berusia 3 tahun. Ibunya adalah Li Shaoyun, seorang sopir taksi malam yang berusia 42 tahun tahun.

Ketika Yiyi berusia 5 bulan, Li Shaoyun menjadi ibu tunggal, tinggal sendirian dengan putrinya. Sejak saat itu, taksi hijau yang dikendarainya telah menjadi tempat duduk Yiyi, ibu dan anak perempuan itu menghabiskan lebih dari 900 malam tanpa tidur dalam taksi tersebut.

Ketika Yiyi berusia 5 bulan, dia mengikuti ibunya untuk menjalankan shift malam sepanjang tahun, dan menjalani kehidupan keluar di malam hari untuk membawa penumpang dan tidur di siang hari.

Ibu mengalami kehidupan yang sulit karena terlalu lelah di malam hari. Pada siang hari, ibu pun hanya ingin tidur. Pada siang hari, mereka biasanya memesan hidangan atau mie dari restoran sebelah untuk mengisi perut mereka atau membeli kotak makan siang di Bandara.

Karena jam tidur yang terbalik dan jadwal makan yang tidak teratur, Yiyi sering makan saat waktunya tidur, dan membeli beberapa makanan pada saat dia lapar.

Untuk menghemat uang, Li Shaoyun biasanya hanya memesan hidangan murah seperti sayuran hijau atau keripik kentang, dia bahkan hanya sebulan sekali memesannya.

Li Shaoyun khawatir putrinya tidak mendapatkan nutrisinya penuh, dia berusaha memberikan yang terbaik dan dia juga memesan susu untuk putrinya, tetapi Yiyi masih tidak setinggi teman-temannya.

Gambar menunjukkan Li Shaoyun yang kelelahan menggendong putrinya yang sedang tidur melintasi jembatan penyeberangan dan berjalan perlahan ke arah rumah sewaan.

Pada usia 19 tahun, Li Shaoyun menikah dengan seorang pria tampan yang mengejarnya dan melahirkan dua anak perempuan. Pada tahun 2006, pernikahan pertama Li Shaoyun berakhir, dan kedua putrinya tinggal bersama mantan suaminya.

Li Shaoyun yang putus asa pindah ke Shenzhen dan memasuki perusahaan yang didanai Taiwan untuk melakukan penjualan. banyak pria yang mengejarnya namun karena Li Shaoyun takut pernikahannya akan gagal lagi, dia tidak berani menerima lamaran itu lagi dan lagi.

Hingga Juli 2013, seorang teman memperkenalkannya kepada seorang pria dari Huangpi di Wuhan, yang juga telah bercerai dan memiliki 3 orang anak, dia sangat rajin dan bekerja keras.

Pada saat itu, Li Shaoyun berpikir bahwa semua orang yang bercerai harus tahu bagaimana menghargai dan menjalani kehidupan yang baik, dan pria itu juga menyetujui kondisi Li Shaoyun untuk mengambil putri kedua yang lahir dari mantan suaminya untuk tinggal bersamanya setelah menikah.

Meskipun orang-orang di sekitarnya ragu, dan ayahnya, yang selalu mencintai Li Shaoyun, juga menentangnya, dia tetap menikah dengan pria Huangpi pada akhir 2013.

Setelah pernikahan, suami pertamanya menyesal tidak membiarkan Li Shaoyun mengambil alih kedua putrinya, dan keduanya bertengkar tanpa henti.

Pada Agustus 2014, putrinya Yiyi lahir. Tanpa diduga, ketika suami kedua melihat bahwa Li Shaoyun melahirkan seorang putri, dia menyuruh Li Shaoyun menyerahkan Yiyi untuk diadopsi.

Li Shaoyun benar-benar tidak habis pikir. Pada Januari 2015, dia meninggalkan suami keduanya dengan sedih bersama putrinya yang masih kecil. Rumah sewa tempat Li Shaoyun dan putrinya tinggal hanya beberapa puluh meter persegi. Rumah itu sangat sederhana dan sempit. Tidak ada perabotan yang layak. Gubuk itu penuh dengan barang-barang lain.

Ibu dan anak perempuan Li Shaoyun menghabiskan hampir seribu malam tanpa tidur , mereka berangkat pukul 5 sore setiap hari, tiba di Bandara Tianhe Wuhan pukul 6 sore, dan menunggu penumpang pertama dalam antrean tiga atau empat jam. Melakukan dua atau tiga perjalanan ke bandara dalam satu malam sampai mereka kembali ke rumah pada jam 5 pagi keesokan harinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, putrinya Yiyi tidak bisa makan dengan baik dan tidur nyenyak, dia meringkuk pada kursi mobil setiap malam untuk menemani ibunya dan tidak pernah menyentuh tempat tidur. Banyak penumpang yang mengatakan bahwa Yiyi adalah sosok yang bijaksana, imut namu juga menyedihkan, mereka suka memberikan Yiyi makanan enak dan camilan.

Pada pukul 19:30 tanggal 15 Agustus 2017, Li Shaoyun, yang telah menjadi sopir taksi selama hampir tiga tahun, mengalami kecelakaan untuk pertama kalinya. Dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria paruh baya mengendarai motor listrik ke jalan raya.

Pria itu menderita luka di kepala dan pinggang. untungnya Li shaoyun dan putrinya baik-baik saja. Li Shaoyun pun harus membayar kompensasi. Dia tidak hanya kehilangan tabungannya selama tiga tahun, tetapi dia juga dipecat.

Tidak adanya pekerjaan berarti hilangnya sumber daya keuangan serta uang tabungan yang lebih dari 8.000 yuan untuk putrinya untuk pergi ke taman kanak-kanak. Ibu tunggal Li Shaoyun menjadi gila, dan bahkan berpikir untuk menggendong putrinya dan melompat dari jembatan.

Untungnya, setelah diberitakan oleh media, apa yang terjadi pada ibu dan anak itu telah diperhatikan dan diurus oleh semua lapisan masyarakat. Banyak perusahaan yang menawari Li shaoyun pekerjaan. Salah satunya, Li Shaoyun ditawari untuk bekerja di sebuah perusahaan yang juga memiliki asrama gratis dan dapat memberikan Yiyi subsidi masuk sekolah. Tentu posisi ini sangat cocok untuk Li Shaoyun. Penghasilannya cukup besar dan ada hari libur sehingga dia juga bisa punya waktu untuk menemani putrinya. dia pun menerima pekerjaan itu

Dilaporkan bahwa lebih dari 10 perusahaan telah mengirim undangan ke Li Shaoyun, dan taman kanak-kanak membuka pintu mereka ke Yiyi secara gratis, Sebagai seorang ibu tunggal, Li Shaoyun adalah seorang ibu yang luar biasa. Menghadapi kesulitan hidup dengan semangatnya yang berani, optimis, dan mandiri patut dipuji. (lidya/yn)

Sumber: hknews.pro

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular