Erabaru.net. Anak laki-laki berusia tiga tahun ini selalu mengatakan bahwa ada seseorang di balkon, namun orangtuanya tidak mempercayainya. Setelah membawa anaknya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, ibunya menggendong anak itu dan menangis dengan sedih.

Xiao Zhao dan istrinya memiliki seorang putra berusia tiga tahun. Melihat putranya sangat kesepian, mereka memutuskan untuk memiliki anak lagi.

Xiao Zhao melihat perut istrinya semakin besar dari hari ke hari, dia sangat gembira, dia berbicara di samping perut istrinya sepanjang hari.

Putranya mengatakan bahwa dia tidak menginginkan adik, namun Xiao Zhao dan istrinya tidak peduli dan berpikir bahwa putranya masih kecil dan tidak mengerti apa-apa. Setelah beberapa bulan, bayi itu lahir dan menjadi putri kecil dalam keluarga. Seluruh keluarga tenggelam dalam kegembiraan, dan tidak ada yang memperhatikan bahwa putranya sedang bermain dengan mainannya tanpa suara.

Suatu malam, putranya tiba-tiba berkata kepada ayahnya bahwa ada seorang kakek tua di balkon. Ayah memeriksa, namun tidak melihat siapa-siapa. Mereka tinggal di apartemen lantai 20. Bagaimana orang bisa memanjat.

Xiao Zhao hanya menganggap itu sebagai lelucon putranya dan tidak peduli. Setelah dua hari, putranya masih berkata bahwa ada seseorang di balkon. Xiao Zhao dan istrinya merasa ada yang tidak beres. mereka berpikir dalam hati, apakah putranya diikuti makhluk halus atau semacamnya ?

Pasangan itu memutuskan untuk membawa putra mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Ketika mereka tiba di rumah sakit keesokan harinya, mereka menemukan bahwa tidak ada yang salah dengan tubuh putra mereka, namun Dokter menyarankan untuk membawa anak ke ahli psikologis.

Khawatir ada yang tidak beres dengan putranya, jadi dia pergi menemui psikolog. Setelah dokter dan anak itu tinggal sendirian untuk sementara waktu, mereka benar-benar menemukan masalahnya.

Ternyata putranya tidak bahagia karena memiliki seorang adik perempuan. Dia ingin mendapatkan perhatian orangtuanya. Xiao Zhao dan istrinya tiba-tiba menyesal ketika mereka mendengarnya.

Ibu itu menangis sedih sambil menggendong putranya. Mereka menyalahkan dirinya sendiri karena hanya memperhatikan putri kecilnya dan jarang bermain dengan putranya, yang menyebabkan perilaku putranya berubah yang nantinya dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak terbayangkan .

Ketika pasangan memutuskan untuk memiliki anak kedua, mereka juga harus berkomunikasi dengan anak, dan tidak membiarkan anak merasa bahwa ketika mereka memiliki anak kedua dan mereka akan meninggalkannya. Orangtua harus memberitahu anak pertama bahwa dia akan selalu menjadi harta karun di hati orangtuanya, dan dia juga harus belajar menjaga adiknya bersama orangtuanya.

Perjalanan orangtua masih panjang, dan membesarkan anak tidaklah sesederhana itu, namun semua dapat berakhir dengan bahagia dengan adanya komunikasi yang baik.(lidya/yn)

Sumber: hknews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular