Erabaru.net. Keluarga Quan Hongchan, peloncat indah Olimpiade peraih medali emas Tiongkok, menolak hadiah dan uang tunai dari seluruh negeri setelah masyarakat umum mengetahui tentang latar belakang rendah hati remaja itu.

Quan mungkin adalah seorang bintang terbesar bagi Tiongkok dalam Olimpiade Tokyo 2020 karena atlet berusia 14 tahun itu benar-benar mendominasi kompetisi untuk membawa pulang medali emasnya.

Quan tidak hanya menemukan kesuksesan besar selama Olimpiade, tetapi dia juga seorang remaja karismatik yang sangat disukai dan suka tersenyum, yang mengubahnya menjadi selebriti setelah Olimpiade.

Sekarang, ketika publik Tiongkok mengetahui tentang latar belakangnya, mereka bergegas mengirim hadiah, membuat penawaran yang murah hati, dan mengubah desanya menjadi lokasi wisata.

Ibu gadis itu sakit setelah kecelakaan mobil yang serius pada tahun 2017 dan mereka bertahan hidup dengan gaji kecil dari ayahnya yang hanya seorang petani jeruk.

Media lokal melaporkan bahwa kampung halaman Quan, Maihe, di Provinsi Guangdong, telah menjadi tujuan populer setelah penampilannya yang memukau di final loncat indah platform 10 m di Tokyo minggu lalu.

Vlogger dan penggemar telah berbondong-bondong datang ke desa yang kurang dikenal ini dan membuat pusing keluarga dan tetangga Quan di sepanjang jalan.

Kerumunan telah mengganggu rutinitas harian kota dan menghambat upaya pengendalian epidemi ketika Tiongkok berjuang dalam pertempuran Covid-19 terbesarnya sejak tahun lalu.

Quan Wenmao, ayah gadis itu, mengatakan pada hari Minggu (8 Agustus) bahwa dia ditawari sebuah apartemen, properti komersial dan 200.000 yuan (sekitar Rp 444 juta), namun dia mengatakan bahwa dia menolak semua tawaran, Southern Metropolis Daily melaporkan.

“Saya berterima kasih kepada mereka karena telah datang. Tapi saya tidak menerima apa-apa. Saya tidak mengambil sepeser pun, ” katanya, tiga hari setelah remaja itu memenangkan emas di Olimpiade.

Ia juga meminta mereka untuk tetap berada di rumah.

“Mereka bisa mengirim salam. Tidak perlu datang ke sini. Itu mengganggu hidup mereka dan kita juga, bukan?” Dia bertanya.

Sejak akhir pekan lalu, rumah Quan dibanjiri oleh hadiah yang dikirim dari para penggemarnya, termasuk makanan ringan bernama latiao, yang disukai oleh Quan

Semua bingkisan disimpan oleh panitia desa dan sebagian dari makanan ringan telah dibagikan kepada anak-anak desa.

Ayah Quan mengatakan dia pergi bekerja di pertanian jeruknya seperti biasa setelah putrinya memenangkan medali emas. Pertanian adalah sumber pendapatan utama keluarga.

Ibu Quan, yang kesehatannya buruk setelah kecelakaan mobil, juga kerepotan menghadapi banyaknya orang yang berdatangan, katanya.

Ibunya yang sakit adalah alasan mengapa Quan belajar loncat indah, kata remaja itu kepada media dalam konferensi pers pekan lalu.

“Saya hanya ingin menghasilkan uang untuk biaya pengobatannya. Saya perlu menghasilkan banyak uang untuk menyembuhkan penyakitnya,” katanya.

Quan mulai belajar loncat indah di Sekolah Olahraga Zhanjiang di Guangdong ketika dia berusia 7 tahun dan berlatih 400 kali terjun setiap hari, menurut laporan media sebelumnya.

Dia bergabung dengan tim nasional Tiongkok kurang dari setahun yang lalu. Olimpiade Tokyo adalah debut internasionalnya.(lidya/yn)

Sumber: Asiaone

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular