Erabaru.net. Awak kabin maskapai penerbangan selain menyediakan makanan, minuman dan penjualan barang-barang souvenir dalam kabin selama penerbangan, mereka juga harus berurusan dengan hal-hal yang berkaitan dengan keamanan penumpang dan isu-isu lain dari kehidupan maupun kematian. Meskipun probabilitas kematian penumpang dalam penerbangan adalah sangat kecil, tetapi masih saja bisa terjadi. Begitu menjumpai situasi tersebut, bagaimana para awak kabin menanganinya ?

Meski hanya dokter atau tenaga medis profesional yang bisa menyatakan seseorang meninggal, namun bukan berarti saat penumpang mengalami kondisi tidak normal ini, para awak kabin pesawat hanya berdiam dan menonton.

Saat penumpang menghadapi risiko meninggal dunia, para pramugari atau pramugara akan bertindak cepat sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Mereka ini sebenarnya sudah siap untuk memberikan bantuan.

Juru bicara maskapai Irlandia ‘Ryanair’ mengatakan kepada media Inggris ‘The Sun’, bahwa jenazah penumpang yang meninggal biasanya akan dipindahkan ke deretan kursi yang kosong atau dipindahkan ke kursi kosong di ruang kelas bisnis.

Reporter media ‘The Daily Mirror’ pernah bertanya kepada seorang pramugari dan menyampaikan bahwa semua anggota awak mengetahui rencana tindakan medis, dan peranan masing-masing anggota sudah dikuasai melalui pelatihan yang mereka ikuti sebelumnya. Mereka akan menyelesaikan rencana bersama dengan cara yang paling efektif.

Pramugari tersebut mengatakan bahwa meskipun mereka tidak berhak menyatakan kematian seseorang, tetapi mereka dapat mengubah arah penerbangan dengan maksud terbang menuju bandara di mana tim medis dapat memberikan pertolongan kepada penumpang yang membutuhkan.

Seorang wanita bernama Sue Jackman berbagi pengalamannya melalui situs web ‘Quora’, dalam situs tersebut dia menulis : Ketika dia bersama suami naik pesawat Air New Zealand dengan nomor penerbangan NZ5 dari Los Angeles menuju Auckland, Selandia Baru. Dia melihat suaminya meninggal di sampingnya.

Jackman menyebutkan bahwa dia dan suaminya sedang duduk di kelas bisnis. Suaminya berbaring di tempat tidur dan tidak bangun lagi, jadi ia meminta bantuan pramugari. Pramugari segera memanggil seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter untuk memeriksanya apakah masih ada tanda-tanda kehidupan. Dan akhirnya suaminya dinyatakan telah meninggal dunia sekitar 4 jam sebelum pesawat mendarat.

Jackman menyebutkan bahwa dalam 4 jam terakhir penerbangan itu, suaminya masih berbaring dengan berselimut di tempat tidurnya, sementara itu dia berbaring di sebelahnya dan memeluknya sampai pesawat mendarat.

Jackman menyebutkan bahwa meskipun sedih rasanya, tetapi dia punya waktu selama 4 jam untuk mengucapkan selamat tinggal kepada suaminya, yang mungkin saja merupakan kesempatan yang tidak bisa didapatkan saat berada di darat. Ia juga sangat bersyukur terhadap bantuan dan dorongan semangat dari orang lain dalam penerbangan itu.

Bagaimana mencantumkan tempat kematian dalam sertifikat kematiannya ? Apakah Los Angeles atau Oakland ? Ternyata dalam sertifikat kematian suami Sue Jackman tertulis : Dalam penerbangan NZ5.(sin/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular