oleh Lin Yan

Saat wawancara eksklusif dengan ABC News pada Rabu 18 Agustus, Presiden Joe Biden menyatakan bahwa Taiwan berbeda situasi dengan Afghanistan. Jika ada yang menyerang NATO, Amerika Serikat akan merespons. Hal yang sama berlaku juga untuk Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan

Komentator Kantor Berita Taiwan ‘Central News Agency’ menyebutkan bahwa ini adalah pernyataan Joe Biden untuk membela Taiwan yang paling jelas, sejak ia menjabat sebagai presiden pada 20 Januari tahun ini.

Setelah Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, dalam menjawab pertanyaan wartawan pada saat siaran pers hari Rabu itu Biden tampaknya menyiratkan bahwa Amerika Serikat akan membela sampai Taiwan diserang.

Ketika ditanya tentang ejekan yang dilontarkan komunis Tiongkok bahwa AS tidak dapat diandalkan, Biden mengatakan bahwa dirinya merasa aneh mengapa komunis Tiongkok sampai mengatakan demikian, tetapi situasi di Afghanistan pada dasarnya berbeda dengan situasi di Taiwan, Korea Selatan, maupun Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO).

Dia mengatakan bahwa dasar dari kesepakatan yang dicapai oleh Amerika Serikat dengan negara-negara lain bukanlah perang saudara seperti Taiwan atau Korea Selatan, tetapi kesepakatan dalam menyatukan pemerintah yang mencoba mencegah orang jahat berbuat hal buruk terhadap mereka.

Biden menekankan bahwa Amerika Serikat selalu menepati janjinya. 

Dia mengatakan : “Komitmen suci yang dibuat oleh Amerika Serikat di Pasal 5 (Perjanjian Pendirian NATO). Jika ada yang menyerang atau mengambil tindakan terhadap sekutu NATO kami, Amerika Serikat akan merespons, hal yang sama akan diberlakukan untuk Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Ini pada dasarnya tidak bisa disamakan (dengan Afghanistan)”.

Pada Kamis, seorang pejabat senior dari pemerintahan Biden mengatakan kepada Reuters, bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah.

‘Washington Observer’ dalam komentarnya menyebutkan bahwa, meskipun undang-undang mengharuskan Washington untuk menyediakan sarana pertahanan diri bagi Taiwan, tetapi Amerika Serikat telah lama menerapkan kebijakan strategi ambiguitas, dan tidak berkomitmen tentang apakah Amerika Serikat akan melakukan intervensi militer demi melindungi Taiwan saat komunis Tiongkok menyerang Taiwan.

Pasal 5 perjanjian pendiri NATO yang disebutkan oleh Biden menetapkan bahwa, serangan terhadap setiap anggota aliansi dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Korea Selatan adalah sekutu perjanjian Amerika Serikat dan memiliki perjanjian pertahanan bersama. Adapun Taiwan, sejak Washington mengubah hubungan diplomatik dengan Beijing pada 1979, hubungan antara Amerika Serikat dan Taiwan menjadi tidak resmi.

Banyak cendekiawan Amerika terkenal telah meminta Washington untuk memberi Taiwan jaminan keamanan yang lebih jelas mengingat meningkatnya tekanan militer Beijing terhadap Taiwan, tetapi Kurt Campbell, pejabat tinggi kebijakan Indo-Pasifik Biden menyatakan penolakannya. Dia mengatakan pada bulan Mei tahun ini bahwa pendekatan ini memiliki kelemahan yang signifikan.

Ketika ditanya tentang masalah Taiwan pada  Selasa 17 Agustus, penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan juga mengatakan bahwa Ini adalah masalah yang memiliki latar belakang dan situasi yang secara fundamental berbeda dari Afghanistan.

“Kami percaya bahwa komitmen kami kepada sekutu dan mitra kami adalah suci dan tidak dapat diganggu gugat, dan selalu begitu. Kami tegaskan bahwa komitmen kami terhadap Taiwan dan Israel masih sama sebagaimana sebelumnya”, kata Jake Sullivan.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki juga mengatakan pada hari Selasa : “Sebagaimana yang diuraikan dalam ‘Perjanjian Hubungan Taiwan’, kami mendukung Taiwan. Kami mendukung mitra kami di seluruh dunia yang dipengaruhi oleh (propaganda) Rusia dan komunis Tiongkok”.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan pada hari Rabu bahwa setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, Taiwan perlu meningkatkan kekuatan militernya.

Pada 9 Maret tahun ini, Jenderal Philip Davidson, Komandan Komando Indo-Pasifik AS menyatakan pada pertemuan Komite Angkatan Bersenjata Senat AS bahwa, komunis Tiongkok  adalah ancaman strategis terbesar bagi Amerika Serikat saat ini dan sedang mempercepat untuk mengambil alih status internasional Amerika Serikat. 

Dia juga menjawab bahwa Taiwan juga merupakan salah satu target komunis Tiongkok, dan bahwa ancaman invasi militer komunis Tiongkok terhadap Taiwan dapat terjadi dalam 6 tahun ke depan. (sin)

 

Share

Video Popular