Erabaru.net. Kelompok satwa liar gempar setelah kalkun bush ditemukan dengan cat semprot merah muda yang melapisi seluruh tubuhnya – dan kalkun tersebut harus di-euthanasia karena racun yang ada.

Burung yang sakit itu terlihat di Cotton Tree di Sunshine Coast pada Rabu (18/8) pagi oleh anggota masyarakat yang memberi tahu organisasi penyelamatan satwa liar Queensland, Wilvos.

Relawan Keith Porteous menanggapi panggilan itu dan menemukan burung muda itu sedang bersembunyi di semak-semak, dia menjelaskan dalam posting media sosial bahwa dia terkejut dengan serangan yang dilakukan pada kalkun yang tak berdaya itu.

Porteous menangkap burung itu dan membawanya ke Kebun Binatang Australia, di mana kalkun akan diperiksa secara menyeluruh.

Ia mengalami patah sayap dan kaki dan akhirnya harus di- euthanasia karena semprotan racun yang telah mengkontaminasi paruh, wajah, dan bulunya.

Dokter hewan satwa liar Kebun Binatang Australia Dr. Ludo Valenza mengatakan kepada ABC: “Cat semprot ada di seluruh bulu termasuk kepala juga, jadi sepertinya seseorang dengan sengaja mengambil hewan ini dan mengecatnya dan sayangnya hal ini benar-benar menyebabkan beberapa luka yang parah.”

Dr. Valenza mengatakan burung itu tidak akan bisa hidup dengan luka-lukanya di alam liar.

Porteous percaya bahwa burung itu telah dicat semprot sehari sebelum ditemukan karena catnya sudah mengering.

“Sangat memilukan bahwa seseorang telah berusaha keras untuk melukai hewan yang juga tidak bisa menjaga dirinya sendiri,” kata Dr. Valenza.

Porteous, yang juga membantu Wildlife Noosa dalam menyelamatkan kalkun, mengatakan dia tidak melihat banyak tindakan memalukan dan tidak masuk akal seperti ini dan melaporkan kejadian tersebut ke RSPCA.

Seorang juru bicara RSPCA Queensland mengatakan kepada Daily Mail Australia: “Inspektorat kami telah menerima laporan tentang kasus ini dan sedang menyelidiki. Siapapun yang memiliki informasi tentang bagaimana kalkun muncul di negara bagian ini didesak untuk menghubungi RSPCA.”

PETA, sebuah kelompok hak-hak binatang, telah mengumumkan hadiah hingga 2.000 dollar ( sekitar Rp 29 juta ) ‘untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman orang atau orang-orang yang diduga menutupi kalkun muda ini dengan cat semprot merah muda cerah dan membiarkan burung itu mati.’

Seorang juru bicara PETA mengatakan: “Seseorang di daerah itu pasti telah melihat atau mendengar sesuatu yang berhubungan dengan insiden mengerikan ini.”

“Seseorang yang mampu dengan sengaja melakukan hal seperti itu pada hewan yang tak berdaya menunjukkan keadaan psikologis yang sangat mengkhawatirkan dan harus ditemukan.” (lidya/yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular