Erabaru.net. Seminggu setelah seekor gajah betina mati di Chinnakanal, sebuah dusun suku di Distrik Idukki Kerala karena tersengat listrik, kawanannya menolak untuk kembali ke hutan.

Dan menurut penduduk setempat, dan petugas hutan, kawanan gajah, termasuk anak gajah berumur 2 tahun, telah mengunjungi tempat di mana tubuh induknya dikremasi.

Gajah betina yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun, ditemukan mati pada 13 Agustus, di dekat sebuah koloni suku.

Menurut Departemen Kehutanan, gajah itu mati tersengat listrik dari pagar surya yang dipasang untuk mencegah hewan besar memasuki lahan pertanian mereka.

Tetapi seseorang secara ilegal menghubungkan lite tegangan tinggi ke pagar, yang mengakibatkan kematian tragis induk gajah tersebut

Kawanan enam ekor gajah dilaporkan tidak membiarkan anak gajah mendekati tubuh induknya.

Seorang petani, yang diidentifikasi sebagai Suresh yang rumahnya terhubung dengan kabel listrik ke pagar, ditangkap sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut.

Setelah kematian, bangkai induk gajah dikremasi di dekatnya, dan setiap malam sejak itu anak gajah berusia dua tahun selalu mengunjungi tempat itu.

Menurut petugas hutan, kawanan yang juga memiliki dua anak gajah lagi tidak kembali ke hutan dan menghabiskan hari di padang rumput dekat Bendungan Anayirankal, dan mengunjungi tempat kremasi induknya pada malam hari.

Pejabat kehutanan juga menyatakan keprihatinannya atas anak gajah yang bertahan hidup tanpa induknya. Namun mereka mengatakan bahwa jika ibu lain dalam kawanan menjadi pengganti, dan memberikan susu, anak gajah ini masih memiliki kesempatan yang baik untuk bertahan hidup.

Ini merupakan kasus ketiga kematian gajah akibat tersengat listrik di Chinnakanal sejak 2017. (lidya/yn)

Sumber: indiatimes

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular