Andrew Chen

Tindakan eksekutif senior Huawei, Meng Wanzhou adalah bagian dari sebuah “rencana yang terkoordinasi”yang memaparkan bank internasional HSBC terhadap risiko-risiko prasangka ekonomi, hukuman, dan kerugian-kerugian, kata seorang pengacara untuk jaksa agung Kanada

Robert Frater mengatakan kepada Mahkamah Agung British Columbia bahwa HSBC berhak mengambil keputusan mengenai penyediaan jasa-jasa keuangan berdasarkan “informasi yang jujur dan terus terang,” tetapi kesempatan itu ditolak oleh Meng Wanzhou, yang presentasi “liciknya” kepada HSBC pada tahun 2013, menghilangkan informasi penting mengenai kendali Huawei atas Skycom, sebuah perusahaan yang menjual peralatan komputer di Iran.

Robert Frater mengatakan menghilangkan informasi penting tersebut membuat HSBC, berisiko melanggar sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, dan oleh karena itu sama dengan penipuan.

“Fakta bahwa karyawan Huawei lainnya membuat -representasi serupa dengan bank-bank yang lain menurut khidmat kami sebuah rencana yang terkoordinasi untuk meyakinkan para pemberi pinjaman, di mana Meng Wanzhou sebagai sebuah bagian integral dari rencana jaminan itu,” kata Robert Frater.

Meng Wanzhou dan Huawei telah membantah semua tuduhan menyesatkan HSBC.

Pada  Kamis 12 agustus, sidang ekstradisi Meng Wanzhou memasuki hari kedua perdebatan resmi, karena pengacara  untuk jaksa agung Kanada, yang mewakili Amerika Serikat dalam hal ini, bertujuan untuk meyakinkan Mahkamah Agung British Columbia bahwa Meng Wanzhou harus menghadapi tuntutan di tanah Amerika Serikat.

Sebuah sidang ekstradisi bukanlah sebuah pengadilan, tetapi adalah sebuah proses “cepat” untuk menentukan apakah sebuah sidang harus diadakan, dan menimbang kesimpulan yang bersaing bukanlah sebuah pekerjaan untuk hakim ekstradisi, Robert Frater mengatakan kepada pengadilan tersebut pada hari Rabu.

Associate Chief Justice Heather Holmes, yang mendengarkan kasus ekstradisi itu, tidak ditugaskan untuk menentukan apakah Meng Wanzhou bersalah atau tidak, tetapi ditugaskan untuk memutuskan apakah Amerika Serikat telah memberikan bukti yang cukup untuk mendukung sebuah kasus yang masuk akal untuk sebuah putusan hukum semacam itu.

Untuk dapat diekstradisi, pengadilan tersebut harus menemukan bahwa perbuatan orang tersebut akan dianggap sebagai sebuah kejahatan di Kanada jika perbuatan tersebut terjadi di Kanada.

“Bukti ketidakjujuran dalam kasus ini kami katakan adalah sangat jelas,” Robert Frater mengatakan pada  Rabu.

Bahkan jika Heather Holmes memerintah Meng Wanzhou harus diserahkan ke Amerika Serikat, ekstradisi tersebut adalah belum pasti. Putusan itu masih dapat menghadapi banding dan keputusan akhir, di bawah Undang-Undang Ekstradisi, berada di tangan Menteri Kehakiman Kanada.

Meng Wanzhou ditangkap atas surat perintah Amerika Serikat di bandara Vancouver pada bulan Desember 2018, saat dalam perjalanan ke Meksiko. Sebagai kepala staf keuangan untuk Huawei dan putri pendiri raksasa telekomunikasi Tiongkok itu, penangkapan tersebut  memperburuk hubungan Kanada-Tiongkok.

Kira-kira seminggu setelah penangkapan Meng Wanzhou, pejabat-pejabat Tiongkok secara sewenang-wenang menahan dua warganegara Kanada, yaitu–—Michael Spavor dan Michael Kovrig–—dengan tuduhan-tuduhan melakukan kegiatan mata-mata, sebuah langkah yang secara luas dilihat sebagai sebuah pembalasan terhadap Kanada.

Pada 11 Agustus, sebuah pengadilan Tiongkok menghukum Michael Spavor selama 11 tahun penjara, di mana Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menggambarkan dalam sebuah komentar sebagai “benar-benar tidak dapat diterima dan tidak adil.”

Hukuman Michae Spavor muncul sehari setelah Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Liaoning di timur laut Tiongkok menolak sebuah banding oleh Robert Schellenberg, seorang warganegara Kanada yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena penyelundupan narkoba, tetapi tiba-tiba ditingkatkan menjadi hukuman mati pada bulan Januari 2019.

Michael Kovrig diadili pada bulan Maret, tetapi belum ada tanda-tanda kapan sebuah putusan hukuman diumumkan.

Tim hukum Meng Wanzhou telah meluncurkan serangkaian argumen yang berusaha untuk membuang kasus Meng Wanzhou. Tim hukum Meng Wanzhou mengklaim bahwa Meng Wanzhou menjadi sasaran lebih dari 30 contoh pelanggaran atau pelecehan dalam kasusnya, mulai dari campur tangan politik oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga dengan sengaja membuat catatan yang buruk oleh petugas perbatasan Kanada dan polisi Kanada yang terlibat dalam penangkapan Meng Wanzhou.

Heather Holmes belum membuat sebuah keputusan mengenai apakah tuduhan pelecehan tersebut adalah sah. Jika Heather Holmes memutuskan bahwa tuduhan pelecehan tersebut adalah sah, maka pembelaan Meng Wanzhou telah mengajukan sebuah penundaan dalam proses yang akan menjamin pembebasannya.

Tim hukum Meng Wanzhou diharapkan untuk menanggapi argumen ekstradisi oleh pemerintah pada Jumat 13 Agustus. Sidang ekstradisi tersebut akan selesai pada tanggal 20 Agustus. meskipun hakim mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan sebuah keputusan. (Vv)

Share

Video Popular