Erabaru.net. Media di Georgia baru-baru ini merilis rekaman tentang lebih dari 500 domba yang terbunuh oleh satu sambaran petir saat domba sedang merumput di padang rumput gunung di Ninotsminda, Georgia selatan.

Menurut laporan berita, pada tanggal 9 Agustus, Nikolay Levanov, seorang pemilik domba dari Desa Tambovka, menerima panggilan telepon yang menyedihkan dari penggembalanya yang memberi tahu dia bahwa lebih dari seratus dombanya telah terbunuh dalam badai petir.

Apa yang tidak diketahui Levanov adalah bahwa bersama dengan kawanannya sendiri, hampir 400 domba lainnya terbunuh oleh sambaran petir yang sama. Untungnya, penggembala itu sendiri hanya pingsan karena tersambar petir dan sedang dalam tahap pemulihan.

Rekaman video mengejutkan yang diambil di lokasi fenomena yang sangat langka itu menunjukkan ratusan bangkai domba tersebar di padang rumput hijau di Gunung Abul, daerah penggembalaan domba yang populer di Georgia selatan.

Levanov dan pemilik domba lainnya telah meminta bantuan keuangan kepada otoritas Georgia untuk mengurangi kerugian mereka, tetapi tanggapan resminya adalah bahwa komisi ilmiah pertama-tama harus menetapkan penyebab pasti kematian domba.

“Jujur, ini kasus pertama bagi kami dan kami belum pernah mendengar bahwa badai petir dapat membunuh begitu banyak domba,” kata wakil walikota Ninotsminda, Alexander Mikeladze. “Tentu saja, kantor walikota akan memberikan dukungan, tetapi pertama-tama, para ahli harus menentukan penyebab kematian massal tersebut secara akurat.”

 

Pada 12 Agustus, diumumkan bahwa 550 domba akan dibakar di tempat, karena lokasi yang sulit membuat pengangkutan mereka dari gunung menjadi tidak mungkin dilakukan Tidak jelas apakah pemiliknya diberi kompensasi.

Insiden serupa lainnya terjadi pada tahun 2016, di Norwegia, ketika kawanan sekitar 300 rusa ditemukan mati di daerah terpencil di dataran tinggi Hardanangervidda yang tandus. Pada saat itu, sambaran petir digambarkan sebagai salah satu yang hal paling mematikan yang pernah ada. (lidya/yn)

 

 

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular