oleh Zheng Ghusheng

Organisasi ekstrim Taliban tiba-tiba merebut kekuasaan dan menduduki sebagian besar wilayah Afghanistan dan menjadi fokus opini publik internasional. Namun ada 2 berita yang kurang menguntungkan bagi Taliban, pertama adalah bahwa situs web resmi Taliban dengan 5 bahasa tiba-tiba menghilang karena alasan yang tidak diketahui. Kedua adalah bahwa kekuatan bersenjata anti-Taliban di Afghanistan telah melancarkan serangan balik dan berhasil merebut kembali 3 wilayah utara

Menurut laporan ‘Washington Post’ pada 20 Agustus, situs web resmi Taliban yang menggunakan bahasa Pashto, Urdu, Arab, Inggris, dan Dari untuk menyampaikan informasi ke dunia tentang pemberontak, tiba-tiba offline karena alasan yang tidak diketahui.

Semua situs web ini menggunakan layanan yang disediakan oleh infrastruktur jaringan dan perusahaan keamanan situs web CloudFlare. CloudFlare belum menanggapi permintaan media untuk mengomentari masalah ini.

Setelah Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, Facebook telah memblokir akun Taliban pada 17 Agustus. Pada 20 Agustus, anak perusahaan Facebook WhatsApp juga memblokir beberapa akun milik kelompok Taliban.

Laporan Voice of America menyebutkan bahwa, pada 20 Agustus, mantan angkatan bersenjata pemerintah Afghanistan melancarkan serangan balik dan merebut kembali 3 wilayah utara dari tangan Taliban. Ini adalah serangan balik bersenjata pertama yang dihadapi Taliban sejak menguasai ibu kota Kabul pada 15 Agustus.

Akun media sosial yang mendukung Taliban mengkonfirmasi kekalahan Taliban di provinsi utara Baghlan. Setidaknya 15 orang pejuang Taliban tewas dan 15 orang lainnya terluka dalam pertempuran.

Komandan pasukan anti-Taliban, Abdul Hamid merilis sebuah video di Distrik Andhra yang baru saja direbut kembali, mengatakan bahwa ini adalah pemberontakan melawan Taliban. Dia juga mengumumkan bahwa pasukan maju ke distrik terdekat dan bersumpah untuk menaklukkan seluruh wilayah Provinsi Baghlan.

Laporan menyebutkan bahwa Taliban mengirim angkatan bersenjata ke distrik Andhra Pradesh untuk melancarkan serangan balik.

Setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri, Amrullah Saleh, Wakil Presiden Pertama Afghanistan mengumumkan pengangkatan dirinya sebagai presiden sementara sesuai dengan konstitusi dan bersumpah untuk mengorganisir perlawanan bersenjata terhadap Taliban. Ia tidak rela Taliban menduduki Provinsi Panjsir kampung halamannya .

Amrullah Saleh mengaku mendapat dukungan dari Ahmed Massoud. Ahmed Massoud, putra Ahmed Shah Massoud, mantan komandan anti-Taliban di Afghanistan. Ahmed Shah Masoud berhasil mempertahankan Provinsi Panjshir dan daerah pangkalan Afghanistan lainnya selama pemerintahan terakhir Taliban di Afghanistan.

Lembah Panjshir mudah dipertahankan dan sulit diserang, sejauh ini tidak pernah jatuh ke tangan Taliban.

Menurut Agence France-Presse, para pemimpin Taliban telah berada di Kabul untuk melakukan pembicaraan dengan mantan lawan Afghanistan dalam upaya untuk membentuk apa yang mereka sebut “pemerintahan Islam yang inklusif”.

Saat ini, Taliban telah secara terbuka membuat berbagai komitmen, termasuk amnesti untuk mantan personel pemerintah, menyelenggarakan pemerintahan bersama dengan berbagai kekuatan, dan menghormati hak-hak perempuan. Namun, ada ketidakpercayaan yang meluas terhadap komitmen Taliban.

Menurut dokumen rahasia PBB, Taliban sedang meningkatkan pencarian mereka terhadap orang-orang yang telah bekerja dengan Amerika Serikat dan pasukan NATO. Video streaming online menunjukkan bahwa Taliban secara brutal mengeksekusi seorang kepala polisi di provinsi Badghis yang memberontak terhadapnya. Ada juga berita bahwa Taliban telah menyusun daftar gadis yang belum menikah atau janda yang berusia di antara 12 hingga 45 tahun di wilayah pendudukan yang rencananya akan dinikahkan secara paksa kepada para pejuang Taliban. (sin)

Share

Video Popular