Chen Beichen 

Ketika Amerika Serikat dan pasukan Sekutu meningkatkan misi evakuasi mereka, tim “ratusan ribu” veteran menggunakan citra satelit untuk menemukan pos pemeriksaan Taliban di sekitar Bandara Kabul. Untuk membantu para penerjemah melarikan diri.

Matt Zeller, ketua Asosiasi Liga Perang Amerika dan mantan analis CIA, dikerahkan ke Afghanistan pada 2008, selama waktu itu dia diselamatkan oleh penerjemah Janis Shinwari. Setelah Sinwari memperoleh visa AS, keduanya mendirikan organisasi kemanusiaan “No One Left Behind” untuk membantu penerjemah yang telah bekerja dengan militer AS berimigrasi ke Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox pada 22 Agustus, Zeller menyatakan bahwa para penerjemah ini adalah sekutu yang sangat diperlukan Amerika Serikat selama perang. Mereka memainkan peran yang jauh lebih besar daripada penterjemah biasa, “Mereka adalah mata dan telinga kita di medan perang.” Juga “paku di mata” Taliban untuk jangka panjang .

Zeller mengatakan bahwa pemerintahan Biden telah menghadapi kritik keras, termasuk bahwa Amerika Serikat tidak menjadikan evakuasi penerjemah sebagai prioritas. Banyak orang percaya bahwa membantu penerjemah pergi adalah prioritas utama. 

Dia menambahkan bahwa militer AS telah mendengar komunikasi Taliban dan memerintahkan tentara untuk menembak penerjemah terlebih dahulu.

BACA JUGA : Media-Media Komunis Tiongkok Menyambut Kebangkitan Taliban di Afghanistan, Bergembira Atas ‘Kekalahan’ AS

Diperkirakan hingga akhir Juli, setidaknya 20.000 penerjemah dan keluarga mereka terjebak di Afghanistan.

Selama periode ini, para veteran Amerika meluncurkan kampanye “digital Dunkirk” untuk mengevakuasi penerjemah. Hanya dalam beberapa minggu, ratusan ribu orang bergabung.

Zeller mengatakan bahwa tim penyelamat berkembang dari “tentara veteran” ke organisasi hak asasi manusia, agama dan advokasi politik, serta orang-orang yang belum pernah bertugas di Afghanistan. Ia memprediksi hingga akhir kegiatan, jumlah peserta bisa bertambah hingga jutaan.

Zeller mengatakan: “Kami sudah memiliki analis intelijen untuk memulai analisis citra satelit dan benar-benar menyediakan orang dengan produk jadi Mereka menggunakan data media sosial untuk memetakan pos pemeriksaan Taliban secara real time..” Untuk menyediakan rute yang aman ke bandara.

Meskipun Taliban mengklaim pekan lalu bahwa mereka tidak akan membalas terhadap warga Afghanistan yang telah “melayani pemerintah sebelumnya”, menurut beberapa laporan media, mereka mencari dan melikuidasi warga sipil yang telah membantu militer AS.

Menurut dokumen PBB yang baru-baru ini diakses oleh BBC, Taliban meningkatkan pencarian mereka untuk kolaborator yang pernah bertugas di pasukan AS dan NATO.  (hui)

Share

Video Popular