Erabaru.net. Seorang pria yang sudah menikah bernama Umar suatu kali pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu pun juga mencintai Umar.

Ia kemudian mengungkapkan hal tersebut kepada istrinya. Namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik, tak mengizinkannya menikah lagi.

Suatu saat dikisahkan bahwa Umar terjangkit sakit akibat kelelahan bekerja. Melihat suaminya yang menderita, Fatimah pun mencoba bermacam cara untuk mengobati dan menghiburnya. Sampai akhirnya, Fatimah datang membawa gadis yang pernah disukai suaminya itu.

Pada saat itu, Fatimah berkata bahwa dia memberikan izin suaminya apabila ingin menikahi gadis tersebut. Gadis yang dibawanya pun mengatakan bahwa dirinya bersedia dinikahi Umar.

Tapi Umar malah menolak usul istrinya. Saat itu ia menyadari betapa besar cinta Fatimah padanya. Umar pun malah menawarkan untuk menjodohkan gadis yang dicintainya itu dengan pemuda lain.

Saat hendak pulang, gadis tadi bertanya,: “Dulu engkau mencintaiku, apakah cinta itu hilang?”

Umar menjawab: “Perasaan itu tidak hilang, hanya saja, aku menemukan cinta lain yang lebih dalam.”

Menurut sejarah, pada zaman itu praktik pernikahan matrimonial kerap dilakukan, terutama di kalangan elit negara. Karena itulah, banyak pernikahan yang berlangsung meski awalnya tidak saling mencinta. Seperti kisah Umar dan Fatimah.

Melalui kisah di atas, kita bisa mengetahui bahwa cinta bisa datang dalam bentuk yang berbeda. Cinta tidak hanya keinginan untuk bersama dengan seseorang, tapi juga bisa berbentuk dedikasi.

Seperti Fatimah, sebagai istri ia mendedikasikan dirinya untuk mendukung kesembuhan suaminya, meski mungkin berat baginya melihat suaminya menikahi wanita lain. (lidya/yn)

Sumber: wattpad.com

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular