Erabaru.net. Meski teknologi sudah maju, namun sampai sekarang masih banyak misteri di dunia ini yang belum terungkap. Ada beberapa bangunan unik yang orang zaman sekarang mungkin menganggapnya baru terealisasikan bila dibantu dengan alat-alat modern atau bahkan sarana teknologi tertentu. Tetapi orang-orang zaman dahulu ternyata dapat mewujudkannya dengan mengandalkan alat-alat sederhana.

“Istana Langit” yang dibangun di atas Bukit Batu Singa (Lion Rock) juga disebut sebagai salah satu keajaiban rekayasa manusia, telah membuktikan hal ini.

Bukit Batu Singa terletak di Sri Lanka. Dibangun oleh Raja Dinasti Moriya. Kabarnya bahwa pangeran ini telah menduduki tahta melalui cara yang tidak terpuji dengan membunuh ayahnya sendiri. Saudara tiri raja kemudian melakukan pengejaran dan berniat membunuhnya. Untuk menghindari pengejaran adik laki-lakinya itu, raja menghabiskan 18 tahun untuk membangun istana yang megah di atas bukit batu.

Bukit Batu Singa tersembunyi di dalam hutan lebat selama ribuan tahun, sampai seorang pemburu Inggris tiba di sana untuk berburu dan secara tidak sengaja menemukan istana yang berada “di atas langit”. Sejak itu, gerbang arkeologi “Istana Langit” mulai terbuka.

Para arkeolog melakukan penggalian dan mengumumkan rahasianya kepada khalayak. Keindahan dari konstruksi Bukit Batu Singa yang memukau dunia itu kemudian dikenal sebagai Keajaiban Dunia ke-8 dan menarik kunjungan wisatawan.

Ini dapat digambarkan sebagai pengerjaan yang cerdik dalam konstruksi, dan telah menunjukkan perannya yang tak tergantikan baik dalam kepentingan pertahanan militer atau dalam merangsang orang datang untuk melihat pemandangan dan bersantai.

“Istana Langit” itu dibangun di atas bukit batu merah dengan ketinggian 200 meter, dari kejauhan tampak seperti istana yang melayang di angkasa.

Untuk mencapainya memang tidak mudah, apalagi jika ingin menuju puncaknya. Kita harus mendaki tebing yang hampir tegak lurus. Letak istana dikelilingi oleh parit untuk pertahanan, sehingga istana tersebut akan sulit mendapat serangan tetapi mudah dalam pertahanannya.

Ada banyak mural indah di dinding di sekitar Bukit Batu Singa. Warna-warna muralnya cerah dan menarik perhatian. Isi mural mencerminkan estetika keindahan juga adat dan karakteristik waktu itu, yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Kabarnya, dahulu kala ada lebih dari 500 buah mural di Bukit Batu Singa itu, namun karena erosi oleh angin dan hujan, kerusakan akibat tangan manusia dan alasan lainnya, sekarang mural itu sudah tidak lagi semegah dahulunya. Untuk melindungi mural dari kerusakan lebih lanjut, pemerintah setempat melarang orang mengambil gambar di sana.

Desain untuk kolam penampung air di istana juga sangat cerdik, saat hujan, air yang tertampung bisa digunakan kapan saja bila diperlukan istana. Ketika air di kolam penampungan melewati ketinggian tertentu, maka air akan mengalir ke taman melalui saluran di sekitar kolam.

Karena ukuran saluran ini tidak sama, jadi besar kecilnya aliran air juga berbeda, ada pancuran air yang lebih tinggi, ada yang lebih rendah karena beda tekanannya. Pokoknya indah untuk ditonton.

Selain kolam penampungan air, di dalam istana juga terdapat kolam renang. Kolam renangnya tidak tampak kuno, tanpa perawatan meskipun airnya berwarna hijau tua. Selain itu, istana juga memiliki aula konferensi untuk diskusi, aula perjamuan makan dan ruang abdi dalem, singgasana dan kamar tidur raja yang sangat mewah.

Metode pembangunan istana megah itu selalu menjadi objek penelitian para ilmuwan. Bagaimana orang-orang pada zaman itu mengangkut begitu banyak bahan bangunan ke atas bukit yang begitu tinggi ? Bagaimana mengubah bahan-bahan itu menjadi istana yang megah ?

Setiap pertanyaan cukup menarik perhatian para ahli yang terlibat dalam penelitian. Pada tahun 2004, seorang ahli menemukan gambar “kereta mekanik buatan dengan 8 cakar” pada dinding Bukit Batu Singa. Para ahli menduga bahwa ini mungkin alat yang digunakan untuk mengangkut bahan bangunan pada zaman itu.

Namun demikian, raja tidak bisa berlama-lama menikmati hidup di istana megah yang dibangun diatas Bukit Batu Singa itu karena dinastinya digulingkan. Lalu “Istana Langit” secara lambat laun “hilang” ditelan waktu. Sampai ribuan tahun kemudian istana tersebut ditemukan orang, dan kecemerlangan yang pernah dimiliki di masa lalu bisa kembali terpancar, terutama setelah ia dikenal sebagai Keajaiban Dunia ke-8 !(sin/yn)

Sumber: aboluowang

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular