Dua ledakan bom bunuh diri terjadi di Kabul pada 26 Agustus di tengah-tengah banyak negara sedang mempercepat evakuasi warganya, menyebabkan ratusan korban berjatuhan. Ledakan selain terjadi di luar Bandar Udara Internasional Hamid Karzai (KBL), juga terjadi di Hotel Baron. Mengapa hotel tersebut terpilih sebagai target bom bunuh diri ?

oleh Chen Beichen 

Pada 26 Agustus, ledakan terjadi di depan Gerbang Abbey, pintu masuk bandara, dan Hotel Baron yang terletak tidak jauh dari bandara. Jarak antara keduanya kurang dari 1,6 kilometer. Hotel yang beberapa waktu belakangan ini digunakan sebagai tempat untuk menangani urusan bagi pengungsi. Jadi warga Afghanistan yang ingin melarikan diri melalui bandara dapat menjalani prosedur yang relevan di hotel tersebut.

Sebelum serangan itu terjadi, Kedutaan Besar AS di Afghanistan mengeluarkan peringatan keamanan, mendesak warga Amerika Serikat untuk menghindari pergi ke bandara Kabul. Setelah itu serangan bom pertama terjadi di Gerbang Abbey, diikuti oleh ledak bom kedua yang terjadi di Hotel Baron.

Kementerian Pertahanan AS sebelumnya telah membenarkan bahwa jumlah korban di pihak militer AS yang disebabkan oleh ledakan itu adalah 12 orang tewas dan 15 orang lainnya terluka, dan memperingatkan bahwa serangan bom masih dapat berlanjut. Organisasi teroris ISIS-K mengaku bertanggung jawab terhadap serangan tersebut dan menyatakan bahwa targetnya adalah warga negara asing yang terdampar di negara itu.

Tentang Hotel Baron

Menurut Fox News, hotel dengan 160 kamar ini terletak kurang dari satu mil dari bandara, yang dianggap berada dalam “zona aman” karena dekat Camp Sullivan dan lokasi Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (International Security Assistance Force. ISAF). Camp Sullivan dapat memberikan perlindungan ke semua fasilitas resmi AS di ibu kota.

Website Hotel menyatakan bahwa hotel tersebut merupakan tempat penginapan yang paling bergengsi dan aman di Kabul, memberikan fasilitas penginapan yang aman, akomodasi yang dapat diandalkan. Tugas keamanannya ditangani oleh sebuah perusahaan swasta Amerika Serikat. Selain itu, hotel ini memiliki tembok setinggi 13 kaki yang mengelilingi dengan 5 buah menara untuk pengawasan.

Menurut CNN, Hotel Baron telah menjadi tempat berkumpulnya warga Amerika Serikat yang menanti evakuasi. Militer AS menggunakan 3 buah helikopter militer untuk mengangkut 169 orang warganya dari hotel ke bandara minggu lalu. 

Menurut berita yang dirilis Pentagon pada 20 Agustus, bahwa tempat itu dipilih dan diputuskan oleh komando setempat. Awalnya, para warga AS bermaksud berjalan menuju bandara dari hotel tersebut, namun karena jalanan dipenuhi oleh sejumlah besar warga sipil Afghanistan yang hendak eksodus, lagi pula jalanan juga dijaga oleh sejumlah milisi Taliban. Sehingga militer memutuskan untuk mengangkut para warganya yang berjumlah 169 orang dari hotel menuju bandara dengan 3 buah helikopter CH-47.

Belakangan, hotel tersebut menjadi salah satu pusat pemrosesan bagi warga Afghanistan yang hendak keluar dari negara itu.

Selain itu, hotel ini juga menjadi tempat penting bagi pasukan Inggris untuk mengevakuasi warganya dan sekutu Afghanistan. Media Inggris ‘The Guardian’ memberitakan bahwa diplomat Inggris yang terus bekerja di hotel dapat memproses rata-rata seratusan aplikasi visa per jam. (sin)

 

Share

Video Popular