Jin Shi  – NTD

Amerika Serikat, Jepang, India, dan Australia meluncurkan latihan militer bersama “Malabar 2021” di Pasifik Barat pada Kamis (26/8/2021).  Militer AS menyatakan bahwa kerja sama ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan ide yang sama berkomitmen untuk menjaga ketertiban maritim berbasis aturan.

Latihan militer Malabar tahun ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diadakan di Laut Filipina. Latihan meliputi operasi maritim bersama, operasi anti-kapal selam, operasi udara dan pengisian ulang maritim.

Kapal perusak berpeluru kendali USS Barry, yang dikenal sebagai kapal anti-kapal selam nomor satu Armada Pasifik AS, akan memimpin latihan anti-kapal selam bersama. USS Barry sangat aktif di kawasan Indo-Pasifik, termasuk melintasi Selat Taiwan sebanyak empat kali pada tahun 2020.

Latihan militer gabungan  Malabar memiliki sejarah lebih dari 30 tahun. Akan tetapi pada tahun ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia melakukan latihan militer bersama di Pasifik Barat.  Sebuah Metafora  menghadapi ancaman Komunis Tiongkok.

Jenderal John Aquilino, komandan Komando Indo-Pasifik AS, mengatakan bahwa mengingat tindakan Komunis Tiongkok di Hong Kong, Xinjiang, dan Laut Cina Selatan, perlu untuk menerapkan “pencegahan terintegrasi” terhadap Komunis Tiongkok. Oleh karena itu, mekanisme dialog keamanan empat negara akan memainkan peran kunci.

Jenderal John Aquilino, Komandan Komando Indo-Pasifik AS berkata : “Saya sangat terdorong bahwa negara-negara demokrasi terbesar di dunia telah disatukan oleh nilai-nilai yang sama untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.”

Yao Cheng, mantan letnan kolonel Komando Angkatan Laut Komunis Tiongkok mengatakan: “Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan India memiliki sikap tegas. Mereka berempat bersatu bersama. Ini juga untuk negara-negara kecil di sekitar Laut Tiongkok Selatan sebagai Sekutu Amerika Serikat ini akan teguh dan bersatu dengan Amerika Serikat.”

Sementara itu, Komentator  Tang Jingyuan mengatakan “Latihan militer bersama AS-Jepang-India-Australia adalah bentuk non-aliansi untuk memperkuat aliansi militer yang sebenarnya ada antara empat negara, membentuk “NATO Kecil Indo-Pasifik” yang sebenarnya. Dengan cara ini, ancaman terhadap Komunis Tiongkok  sangat besar. Karena perjanjian empat negara mencakup seluruh rantai pulau pertama dalam cakupannya,  tentu saja juga mencakup Taiwan.”

Minggu ini, Wakil Presiden AS Kamala Harris mengunjungi Asia Tenggara dan mengkritik keras penindasan Komunis Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Dia mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan kepada Beijing.  (hui)

Share

Video Popular