Erabaru.net. Selama perjalanan, seorang bayi perempuan Afghanistan lahir di pesawat militer C-17 AS. Orangtuanya menamainya dengan nama kode pesawat. Saat ini, hanya tersisa lima hari sebelum batas waktu evakuasi, dan dilaporkan ada lebih dari 1.500 orang Amerika yang menunggu untuk dievakuasi.

Tod Wolters, Panglima Tertinggi Pasukan Sekutu di Eropa dan Amerika Serikat mengatakan: “Mereka menamai gadis kecil itu Reach, karena tanda panggilan pesawat C-17 yang mengangkut mereka dari Qatar ke Pangkalan Angkatan Udara Ramstein adalah Reach 828.”

Pada hari Sabtu (21/8) , waktu setempat, seorang wanita hamil Afghanistan melahirkan saat terbang dari Kabul dengan pasukan AS ke pangkalan militer Jerman. Dokter militer melahirkan bayi perempuan di gudang .

Setelah pesawat mendarat di pangkalan Jerman, dua bayi perempuan lahir lagi.

Tod Wolters lebih lanjut mengatakan : “Ketiga bayi itu dalam kondisi baik. Seperti yang Anda ketahui, satu bayi dilahirkan dengan C-17, dan dua lainnya dilahirkan di Ramstein Medical Center. “

 

Militer AS juga menyatakan bahwa mereka menerima lebih dari 18.000 pengungsi di beberapa pangkalan militer di Eropa.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby mengatakan: “Jika Afghanistan masih membutuhkan bantuan untuk kembali, Pemerintah AS akan membantu mereka seperti yang kami lakukan setiap hari di seluruh dunia. Kami akan melihat bagaimana kami dapat membantu mereka.”

Kirby mengatakan pada hari Rabu (25/8) bahwa militer AS akan terus mengevakuasi personel dari Bandara Kabul hingga 31 Agustus.

“Ketika saya berbicara tentang daerah di luar Kabul, maksud saya daerah tetangga. Saya tidak ingin menetapkan harapan bahwa kita bisa terbang melintasi negeri untuk menjemput orang,” kata Kirby.

Menurut laporan, masih ada lebih dari 5.400 tentara AS yang ditempatkan di Bandara Kabul, dan lebih dari 4.400 warga AS telah dievakuasi. (lidya/yn)

Sumber: NTDTV

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular