Jing Zhongming 

Serangan bom bunuh diri terjadi di luar bandara di Kabul, Afghanistan, yang menewaskan dan melukai ratusan orang termasuk militer AS. Amerika Serikat segera mengumumkan penggunaan drone untuk memenggal kepala anggota ISIS-K yang merencanakan serangan teroris. Dilaporkan bahwa Drone MQ-9 Reaper  digunakan untuk melakukan operasi pemenggalan. Media Afghanistan merilis foto-foto tempat kejadian setelah serangan udara.

Militer AS mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pada 27 Agustus, sebuah pesawat tak berawak meluncurkan serangan balasan terhadap ISIS Khorasan (ISIS-K), cabang ISIS Afghanistan, seorang anggota ISIS-K yang merencanakan serangan teroris di Kabul tewas. Belum ada laporan dari korban warga sipil.

Pada 28 Agustus, media lokal Afghanistan “Asvaka News” mentweet bahwa sekitar tengah malam waktu setempat pada  27 Agustus, sebuah pesawat tak berawak AS menyerang sebuah rumah di provinsi Nangarhar di Afghanistan timur. Cuitan  mendistribusikan tiga foto dari tempat kejadian. 

Foto menunjukkan bahwa sebuah mobil hancur, dinding di sekitarnya berlubang-lubang, lubang yang dalam muncul di tanah, dan perangkat logam tertinggal di dasar lubang.

Tangkapan layar Twitter “Berita Asvaka”.

Fox News mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa lokasi serangan AS itu dekat dengan perbatasan Pakistan. Drone itu menyerang kendaraan yang membawa pemimpin ISIS-K. Diyakini bahwa pemimpin itu juga berencana untuk melancarkan serangan teroris lainnya.

Media kemudian mengkonfirmasi bahwa drone Reaper digunakan untuk melakukan serangan tersebut. Mantan Presiden AS Donald Trump juga menggunakan drone ini untuk berhasil memenggal kepala pemimpin militer Iran Qassem Soleimani .

Menurut laporan media sebelumnya, dua bom bunuh diri terjadi di dekat Bandara Kabul pada tanggal 26 Agustus. The New York Times melaporkan bahwa sedikitnya 170 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka, belum termasuk 13 tentara AS yang tewas.

Tetapi Departemen Pertahanan AS mengumumkan pada  Jumat 27 Agustus, bahwa hanya ada satu ledakan dan hanya seorang pelaku pembom bunuh diri.

ISIS-K dituduh sebagai biang keladi serangan itu. Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa, para penyerang tidak akan dimaafkan. Ia mengatakan, Amerika Serikat akan memburu mereka dan membuat mereka membayar harganya. (hui)

 

Share

Video Popular