Erabaru.net. Sampah plastik adalah penyebab utama dari beberapa masalah yang dihadapi flora dan fauna di seluruh dunia, dan sekarang juga mempengaruhi populasi kelomang, yang semakin mendekati kepunahan.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Hull, Inggris mengatakan bahwa bahan kimia yang dilepaskan dari plastik yang dibuang ke laut menyebabkan hiperaktivitas pada kelomang.

Para peneliti mengamati 40 kelomang di perairan lepas Pantai Yorkshire dan menemukan konsentrasi tinggi oleamida – zat aditif yang umum dalam plastik – meningkatkan laju respirasi kelomang yang menyebabkan mereka menjadi lebih bersemangat.

Kelomang mengira oleamida adalah bahan kimia serupa yang secara alami dilepaskan oleh sumber makanan, dan ini bisa berdampak buruk tidak hanya pada keseluruhan populasi kelomang tetapi juga ekosistem secara keseluruhan.

Jack Greenbshields, peneliti utama dalam studi tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Insider bahwa kelomang, yang pada dasarnya adalah pemulung secara alami, mencari asam oleat kimia alami dari jasad yang membusuk yang menarik hewan ke sumber makanan mereka. Namun, aditif plastik ini memiliki bau yang sangat mirip dibandingkan dengan asam oleat, sehingga kelomang bergegas ke arahnya, mengira itu adalah sumber makanan.

Greenfields menyoroti jika mereka menelannya, bahan kimia itu bisa sangat beracun bagi mereka, menyebabkan serangkaian efek negatif termasuk kanker.

Studi ini hanyalah permulaan yang mencoba memahami seberapa jauh masalah ini telah menyebar dan bagaimana hal itu dapat diatasi. Para peneliti berharap untuk melanjutkan penelitian untuk mencari sejauh mana daya tarik oleamida dapat dilakukan tidak hanya pada kelomang tetapi juga makhluk laut lainnya.(lidya/yn)

Sumber: indiatimes

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular