Erabaru.net. Seorang ibu telah berbicara tentang ketakutannya setelah didiagnosis menderita kanker stadium lanjut tiga minggu setelah melahirkan anak kembarnya.

Laura Howard, 33 tahun, dan suaminya Stephen sedang merayakan kelahiran putri mereka, Florence dan Meadow pada bulan Juli ketika Laura melihat benjolan pada dirinya.

Dia awalnya mengira itu adalah robekan otot, tetapi pemindaian MRI mengungkapkan itu adalah tumor di hatinya, lapor Liverpool Echo.

Pasangan itu telah bersama selama 14 tahun setelah Laura, yang berasal dari Brighton, pergi ke Liverpool untuk keluar malam dan bertemu Steve.

Mereka jatuh cinta dan dia pindah ke Knotty Ash pada tahun 2009 untuk tinggal bersama Steve, yang adalah seorang tukang kebun wiraswasta.

Ketika mereka memulai keluarga mereka, mereka sangat gembira dengan kebahagiaan ganda mereka dan menantikan petualangan baru mereka sebagai orangtua.

Namun hanya dua hari setelah melahirkan di Rumah Sakit Wanita Liverpool, Laura melihat benjolan di sisinya yang awalnya diduga robekan otot. Pemindaian MRI kemudian menunjukan itu sebagai tumor di hatinya.

Kemudian, ketika si kembar baru berusia tiga minggu, Laura didiagnosis menderita kanker usus metastatik lanjut, yang telah menyebar ke hatinya.

Dia sekarang menghadapi hari yang melelahkan dari kemoterapi dan operasi selama berbulan-bulan. Tetapi itu juga berarti suaminya harus mengambil bagian terbesar dari tugas-tugas sebagai orangtua, karena Laura tidak cukup sehat untuk melakukannya sendiri.

Laura, yang memiliki hari ulang tahun yang sama persis dengan suaminya, mengatakan: “Saya benar-benar tidak tahu sampai saya melihat benjolan yang dikonfirmasi oleh pemindaian MRI adalah tumor di hati saya yang telah menyebar dari usus.”

“Seharusnya ini adalah waktu terbaik dalam hidup saya karena baru saja melahirkan si kembar. Sebaliknya, saya merasa panik dan khawatir.”

“Ini memang terasa tidak nyata. Rasanya seperti berada di dunia mimpi.”

Laura mengatakan suaminya harus mengambil alih banyak peran yang akan dia lakukan seandainya dia bisa.

“Ini benar-benar membebani dia juga. Mereka diberi susu botol dan saya bahkan berjuang walau hanya untuk menggendong si kembar untuk jangka waktu tertentu,” katanya.

Pasangan itu juga mengalami kesulitan karena keluarga Laura tinggal lebih dari 200 mil jauhnya, tetapi mereka mengatakan bahwa keluarga Stephen telah memberikan dukungan “luar biasa” selama masa sulit ini.

Stephen sendiri harus berhenti bekerja untuk menjadi pengasuh penuh waktu bagi istrinya dan merawat si kembar.

“Saya masih tetap positif, sementara semua orang cukup emosional. Awalnya saya mengira saya menderita kanker hati, namun para dokter cukup lega bahwa yang saya derita adalah kanker usus yang mana telah menyebar ke hati saya karena ada perawatan yang lebih efektif untuk itu,” kata Laura.

Penggalangan dana telah dibentuk untuk membantu pasangan itu sementara Laura menjalani perawatan. (lidya/yn)

Sumber: mirror

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular