Erabaru.net. Juara Jiu-jitsu, Ruben Dougherty yang berusia 10 tahun ini harus meninggalkan seni bela diri Jepang sambil menunggu hasil tes skoliosisnya.

Ibunya Laura, yang mengelola akun media sosialnya, mengatakan bahwa dia khawatir putranya tidak akan pernah bisa berjalan, apalagi bertanding lagi.

Dia mengatakan kepada Liverpool Echo: “Saya sempat berpikir, Anda tahu, Anda selalu memikirkan skenario terburuk, seperti dia tidak akan bisa berjalan lagi, dia akan menjalani operasi, dia tidak akan pernah bisa bertanding lagi.”

“Setelah semua kerja kerasnya dan dia harus berhenti berjuang. Saya benar-benar kesal, menangis dengan anggota keluarga.”

“Kita tidak tahu apa yang harus kita hadapi. Ini seperti permainan menunggu sekarang.”

Laura, 40 tahun, saat itu sedang memposting klip dan gambar latihan dan pertarungan Ruben di platform media sosial dengan nama pengguna ‘rockyruben2010’, yang mengacu pada film tinju yang dibintangi Sylvester Stallone.

Ribuan penggemarnya menunjukkan apresiasi mereka atas postingan tersebut, tetapi ada satu komentar tidak biasa menjadi titik balik dalam karir Ruben.

Dia menerima pesan dari ‘malaikat pelindung’ yang mengatakan bahwa petarung muda itu mungkin menderita skoliosis. Laura membawanya ke ahli osteopati dan kecurigaan wanita itu terbukti.

Kondisi ini sering dimulai pada anak-anak berusia antara 10 dan 15 tahun yang menyebabkan tulang belakang mereka berputar dan melengkung ke satu sisi.

Biasanya itu hanya menyebabkan masalah ringan bagi penderita dan Ruben telah diberitahu bahwa dia aman untuk melanjutkan kickboxing.

Tapi karir Jiu-jitsu-nya telah dihentikan karena ada gerakan berguling dan memutar yang harus dilakukan.

Tentang reaksinya terhadap diagnosis, Laura mengatakan: “Dia kesal pada awalnya, tetapi dia senang dia bisa melanjutkan sesuatu walau bukan Jiu-jitsu.”

“Mungkin jika mereka mengatakan ‘kamu tidak boleh melakukan apa-apa lagi’ , dia akan sangat gelisah dan khawatir.”

Pada hari Minggu Ruben mengambil bagian dalam acara Tough Mudder dan telah mengumpulkan lebih dari £1.000 (sekitar Rp 19,6 juta) dari dua badan amal melalui penggalangan dana online.(lidya/yn)

Sumber: metro

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular