Erabaru.net. Banjir bandang di wilayah barat Jerman merenggut sedikitnya 183 nyawa dan membuat ribuan rumah menjadi puing-puing pada bulan Juli.

Pejabat Bundesbank, Jerman sekarang sedang mengerjakan operasi pencucian uang besar-besaran untuk membersihkan dan menghitung uang kertas yang telah kotor karena lumpur, limbah dan minyak.

Anggota eksekutif bank sentral Jerman Johannes Beermann mengatakan: “Pemrosesan uang kertas harus dilakukan secepat mungkin sebelum itu mengeras dan menjadi sekeras beton.”

Uang kertas dikirimkan untuk dicuci, dikeringkan dan diperiksa untuk memastikan keasliannya.

Setidaknya ada setengah dari uang kertas ada yang harus diganti secara gratis.

Uang yang dikirim ke Bundesbank dari banjir telah melebihi €40 juta ( sekitar Rp 675 miliar) yang didapatnya pada tahun normal.

Namun uang tunai yang hilang tidak ada artinya dibandingkan dengan € 30 miliar ( sekitar Rp 500 triliun) yang disisihkan oleh pemerintah untuk memberi kompensasi kepada para korban.

Kabupaten Ahrweiler dan negara tetangga Rhine-Westphalia Utara, negara bagian terpadat di Jerman, termasuk di antara yang paling terpukul, dengan presiden negara bagian Armin Laschet menyebut episode itu sebagai ‘bencana dimensi bersejarah’.

Sungai Ahr di kota Bad Neuenahr-Ahrweiler naik setinggi tujuh meter dalam banjir serius pertamanya selama satu abad.

Beberapa warga tewas di dalam mobil mereka ketika mereka mencoba melarikan diri.

Banyak bisnis dan rumah hancur, koneksi telepon dan internet juga terpengaruh.

Puluhan orang terjebak di rumah mereka menunggu penyelamatan, dan lebih banyak lagi dilaporkan hilang karena seluruh desa telah terhadang oleh air banjir dan tanah longsor yang membuat jalan tidak bisa dilalui.

Gubernur negara bagian Rhineland-Palatinate yang paling parah dilanda, Malu Dreyer, mengatakan: “Kami belum pernah melihat bencana seperti itu. Ini benar-benar menghancurkan.”

Banjir parah juga mengguncang Belgia, di mana Perdana Menteri Alexander De Croo menyebutnya sebagai ‘bencana paling dahsyat yang pernah dialami negara kita’. (lidya/yn)

Sumber: Metro

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular