oleh Li Qingyi dan Lin Yi

Pada   Jumat, 3 September Presiden AS Joe Biden mengeluarkan perintah eksekutif yang meminta lembaga federal seperti Kementerian Kehakiman untuk meninjau dan membeberkan dokumen investigasi yang berkaitan dengan serangan teroris 11 September dalam waktu 6 bulan mendatang. Beberapa dari dokumen tersebut rencananya akan dirilis paling cepat minggu depan pada peringatan 20 tahun insiden itu. 

Perintah eksekutif Presiden Biden menyebutkan : Kita tidak boleh lupa terhadap 2.977 orang tak bersalah yang tewas dalam serangan teroris terburuk dalam sejarah AS, kita juga tidak boleh melupakan rasa sakit yang tak terobati dari keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.

Meskipun pembeberan informasi rahasia ini dapat mengancam keamanan nasional, tetapi ketika kepentingan publik yang terlibat melebihi ekspektasi yang wajar dari kerusakan keamanan nasional, maka informasi tersebut tidak semestinya tetap dirahasiakan. Demikian tertulis dalam perintah eksekutif.

Perintah eksekutif juga menetapkan bahwa jadwal untuk pembeberan dokumen rahasia akan dilakukan secara bertahap dalam 180 hari ke depan, dengan pembeberan gelombang pertamanya pada 11 September.

Pada 11 September, 20 tahun yang lalu, 19 orang anggota organisasi  Al-Qaida membajak 4 buah pesawat komersial Amerika Serikat. Dua pesawat di antaranya ditabrakkan ke Menara Kembar World Trade Center di New York, pesawat ketiga ditabrakkan ke gedung Pentagon, dan satu lagi jatuh di Pennsylvania.

Sedangkan 15 dari 19 orang pembajak pesawat itu berasal dari Saudi Arab.

Insiden serangan teroris ini sudah berlalu selama 20 tahun, dan keluarga korban terus meminta Pemerintah Federal untuk mengungkapkan lebih banyak fakta tentang penyelidikan serangan tersebut, terutama mengenai pendanaan Saudi Arab untuk serangan teroris ini.

Jika terbukti ada file rahasia yang menyatakan Saudi Arab telah mendanai serangan teroris ini, hubungan sekutu antara Amerika Serikat dengan negara minyak Saudi Arab akan menghadapi ujian berat. (Sin)

Share

Video Popular