Erabaru.net. Orangtua dari seorang bayi perempuan memohon bantuan kepada pihak berwenang setelah putri mereka tertinggal di Kabul, Afghanistan.

Menurut laporan, ibu bayi perempuan berusia 7 bulan itu melakukan perjalanan dari Inggris ke Afghanistan pada September tahun lalu. Dia kemudian melahirkan di ibu kota dan ditemani oleh suaminya yang berkebangsaan Inggris.

 

Karena wanita tersebut telah kehilangan izin tinggal Inggris selama penerbangannya ke Afghanistan, dia meminta visa sekali masuk yang akan memungkinkannya untuk kembali ke Inggris dan mengajukan permohonan penerbitan kembali ID nasionalnya.

Percaya bahwa anak berusia 7 bulan itu akan segera mendapatkan paspor, orangtuanya untuk sementara meninggalkannya bersama kakek-neneknya di Kabul.

Namun, setelah penarikan penuh pasukan asing dari Afghanistan dan pengambilalihan Taliban atas Kabul, bayi perempuan itu terjebak di Kabul bersama kakek-neneknya.

Orangtua anak itu sekarang memohon kepada pihak berwenang untuk membantu mereka membawa putri mereka ke Inggris agar keluarga itu dapat bersatu kembali.

Seperti yang dijelaskan oleh ibu berusia 7 bulan, dia terpaksa kembali ke Inggris pada bulan Mei atau menghadapi resiko kehilangan visanya dan kesempatan untuk membawa putrinya ke Inggris.

“Saya telah berpisah dari bayi saya selama berbulan-bulan, saya sangat kebingungan tanpa dia di sisi saya dan kami kehilangan harapan. Saya mohon kepada pemerintah untuk membantu kami membawa bayi dan keluarga saya kembali kepada saya,” katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC.

“Keluarga kami membantu Inggris dan AS ketika mereka datang ke Afghanistan pada tahun 2001 dan sekarang kami yang membutuhkan bantuan. Keluarga kami adalah target Taliban,” tambah anggota keluarga lainnya, mengisyaratkan bahwa keluarga mereka dapat menjadi sasaran Taliban yang membalas dendam pada musuh-musuh mereka.

 

Bayi itu saat ini bersama orangtua ibunya (kakek-neneknya ) di Kabul. Mereka tinggal di sebuah rumah bersama dengan sekitar 15 kerabat lainnya. Semua orang takut dengan apa yang akan dilakukan Taliban dan belum menginjakkan kaki keluar rumah selama lebih dari dua minggu.

Anggota keluarga menambahkan: “Paspor Inggris bayi itu sekarang akhirnya tiba dan kami berharap itu akan membantu. Tetapi masalahnya tetap bahwa perbatasan di Afghanistan telah ditutup dan anggota keluarga kami di Kabul terlalu takut untuk keluar saat ini.” (lidya/yn)

Sumber: smalljoys

Video Rekomendasi:

Share
Kategori: SERBA SERBI

Video Popular