oleh Li Qingyi dan Liu Fang

Strain varian C.1.2 yang merupakan mutasi dari virus komunis Tiongkok pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Mei.  Kini telah menyebar ke 8 dari 9 provinsi di Afrika Selatan, dan setidaknya 8 negara termasuk Tiongkok, Inggris, Selandia Baru dan lainnya.

Fox News melaporkan bahwa studi terbaru menunjukkan bahwa C.1.2 memiliki tingkat mutasi yang sangat tinggi. Dibandingkan dengan galur COVID-19 asli, ada 44-59 mutasi. Mutasi ini menyebar lebih cepat dan lebih luas, bahkan diduga vaksin tidak efektif terhadap strain virus ini.

Dr. Lin Xiaoxu, seorang ahli virologi Amerika Serikat mengatakan bahwa kelebihan terbesar dari virus varian baru C.1.2 adalah tingkat mutasinya yang cukup kuat.

“Pertama-tama, virus ini mencakup kisaran dan jumlah mutasi yang relatif besar. Seperti yang Anda semua tahu, empat jenis varian virus penting saat ini Alpha, Beta, Gamma dan Delta telah menyebar luas di banyak negara di dunia. Hal ini menyebabkan kerugian besar bagi dunia. Keempat varian virus ini memiliki beberapa mutasi dasar penting, yang kesemuanya juga dimiliki oleh strain C.1.2 yang baru ditemukan. Ini berarti bahwa strain virus baru ini memiliki mutasi penting yang terdapat pada beberapa varian utama lainnya, serta ada 3 varian lagi yang patut diamati”, kata Dr. Lin Xiaoxu.

Ia juga menambahkan : “Selain varian ini, masih ada lagi beberapa titik mutasi baru, tingkat mutasi yang cukup kuat, ini yang menjadi kelebihan terbesar dari strain virus ini.”

Lin Xiaoxu mengatakan bahwa mutasi yang baru terjadi ini, lebih efektif di dalam bergabung dengan tubuh manusia, dan juga mengandung mutasi yang memiliki fungsi yang lebih baik dalam mengatasi kekebalan tubuh manusia.

Para peneliti mengatakan bahwa varian virus C.1.2 menyebar pada tingkat eksponensial setiap bulannya. Pada bulan Mei, ketika C.1.2 untuk pertama kalinya ditemukan di Afrika Selatan, ia hanya menyumbang 0,2% dari semua kasus yang baru ditemukan, tetapi pada bulan Juli, proporsinya telah meningkat menjadi 2%, berarti naik 10 kali lipat.

Namun, hingga saat ini, strain varian C.1.2 belum ada dalam daftar varian virus yang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia. (sin)

 

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular