Li Zhaoxi

Pusat Sains Antariksa Nasional dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CNNSC) mendemonstrasikan prototipe wahana ” jelajah Mars”, tetapi tampaknya tidak asing lagi akan mengembangkan sistem penerbangan nasional yang mana sebuah tiruan dari Ingenuity Helikopter Mars dari NASA

Situs berita teknologi AS “Space News”  dengan reporter Andrew Jones, memposting gambar yang dibagikan oleh CNNSC di Twitter, menunjukkan sebuah helikopter kecil dengan dua bilah besar berdiri di atas meja.  Heli itu memiliki 4 Kaki tebal yang memanjang, dua rotor yang tumpang tindih , dan badan pesawat yang disederhanakan. Tampaknya jelas terinspirasi oleh helikopter Mars “Ingenuity” NASA. 

CNNSC menyatakan dalam siaran pers bahwa pesawat ini, yang disebut “Mars Cruise UAV”, telah lulus penerimaan dan dapat memasuki tahap pengembangan berikutnya. Akhirnya, pesawat tak berawak Tiongkok ini, dapat mencapai Mars, di mana selanjutnya akan berpatroli dan lebih lanjut mempromosikan eksplorasi Tiongkok di planet merah. Pada saat yang sama, drone jelajah Mars ini, akan dilengkapi dengan spektrometer untuk survei udara dan penelitian geologi Mars.

 

Jones mengungkapkan pendapatnya tentang kloning tanpa malu-malu ini, “Yang menarik adalah bahwa itu adalah cermin dari “)”Ingenuity.” Jones bercanda, “Dibandingkan dengan “Ingenuity”, ada lebih banyak kesamaan daripada inovasi.

CNNSC menjelaskan dalam pengumuman, bahwa drone akan dilengkapi dengan spektrometer, yang mungkin mampu memindai fitur geografis lanskap Mars. Selain itu, rincian yang diungkapkan dalam pernyataan itu cukup sedikit.

Komunis Tiongkok memiliki rencana eksplorasi ekstensif untuk Mars. Pada awal tahun ini, Komunis Tiongkok mengungkapkan bahwa tujuannya adalah untuk mengirim misi berawak pertama ke Mars secepatnya di tahun 2033.

Ketika Amerika Serikat dan Tiongkok bersaing di bidang ekonomi, teknologi, geopolitik, dan bahkan ideologi, ruang angkasa juga telah menjadi perpanjangan alami serta batas utama persaingan antara dua kekuatan besar itu.

Dengan berakhirnya program luar angkasa Soviet, Amerika Serikat menikmati posisi kepemimpinan yang tak tertandingi di bidang luar angkasa. Dalam 23 tahun terakhir, lebih dari 200 astronot dari 19 negara telah mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional kecuali Tiongkok.

Terlepas dari kemajuannya, teknologi luar angkasa Komunis Tiongkok masih tertinggal dari Amerika Serikat. 

Di luar angkasa, Komunis Tiongkok bukan satu-satunya peniru Amerika. Rusia baru-baru ini mengungkapkan desain roketnya yang dapat digunakan kembali, yang terlihat persis seperti roket Falcon 9 dari SpaceX.

Komunis Tiongkok juga telah bergandengan  dengan Rusia, sebagai  upaya untuk mendirikan stasiun penelitian bersama di kutub selatan bulan pada tahun 2035, dengan mengatakan bahwa fasilitas tersebut akan terbuka untuk dunia. (hui)

Share
Tag: Kategori: BERITA TIONGKOK TIONGKOK

Video Popular