Erabaru.net. Tidur dengan berselimut yang tebal ternyata mampu memperbaiki gangguan insomnia dan meredakan stres + manfaatnya lainnya. Tentu saja memilih selimut tebal juga ada “ilmunya”, bukan asal tebal atau setebal mungkin.

Mana yang lebih baik selimut yang lembut atau selimut yang tebal ? Untuk orang dengan gangguan tidur jawabannya mungkin adalah yang tebal.

Journal of Clinical Sleep Medicine yang diasuh oleh American Academy of Sleep Medicine pada bulan September tahun ini menerbitkan sebuah laporan terkait penelitian terhadap 120 orang dengan gejala insomnia, dan membandingkan perbedaan kualitas tidur dari penggunaan selimut tipis dengan pengguna selimut tebal. Hasilnya menunjukkan bahwa memakai selimut tebal tidak hanya sangat membantu dalam memperbaiki gangguan insomnia, tetapi juga sangat kentara dalam peningkatan kesegaran otak sehingga rasa kantuk di siang hari menurun drastis.

Di antara peserta dalam kelompok yang menggunakan selimut tebal saat tidur, hampir 60% dari mereka mengalami penurunan sampai di atas 50% dari indeks keparahan insomnia, sehingga tingkat perbaikan terhadap gangguan insomnia adalah 42,2%.

Sementara bagi mereka yang menggunakan selimut tipis saat tidur, hanya 5,4% yang mengalami penurunan di atas 50% dari indeks keparahan insomnia, sehingga tingkat perbaikan terhadap gangguan insomnia hanya 3,6%.

Dalam 12 bulan setelah akhir penelitian, para peneliti masih juga melakukan pengamatan terhadap para peserta dan menemukan bahwa kebanyakan dari mereka terus mengenakan selimut tebal, alias enggan beralih ke selimut tipis.

Para peserta yang awalnya berselimut tipis saat tidur jadi berubah ke berselimut tebal, dan mereka pun mengaku telah mendapatkan efek positif darinya.

Survei lain dilakukan 12 bulan kemudian, dan ditemukan bahwa 92% orang yang menggunakan selimut tebal mengalami perubahan positif, dan 78% dari peserta penelitian itu telah merasakan penurunan gangguan insomnia yang cukup nyata.

Selimut tebal (berat) selain membantu untuk mengarahkan orang masuk ke alam tidur juga menurunkan stres dan ketegangan.

Dr. Allen Chang, seorang dokter ahli yang praktek di Klinik Songde di Taipei, Taiwan mengatakan bahwa ketika orang sedang berada dalam situasi rentan terhadap kecemasan, suasana hati yang buruk, depresi, atau nyeri otot, mereka dapat meringankannya dengan mengendurkan otot melalui massage (pijatan). Massage dalam dunia medis dikenal sebagai terapi dengan memanfaatkan tekanan dalam/kuat yang juga mampu menimbulkan beberapa perubahan positif terhadap tubuh.

Selimut tebal juga memiliki fungsi yang sama. yakni tekanan dalam yang kuat tetapi lebih lembut. Kelebihannya dibandingkan dengan pijatan adalah waktu “terapi”nya lebih panjang. (Pijatan) selimut mencakup karena menutupi seluruh tubuh, membuat orang yang bersangkutan terasa seperti sedang dipeluk.

Selimut tebal memiliki manfaat sebagai berikut :

1. Menghambat kegiatan saraf simpatis, dan mengaktifkan kegiatan saraf parasimpatis, menstabilkan tekanan darah dan detak jantung, membuat tubuh rileks, mempermudah tidur.

2. Mengurangi kecemasan, ketegangan, dan mengendurkan stres.

3. Membuat orang lebih tahan terhadap sakit, dengan demikian rasa nyeri akan mereda (kurang dirasakan).

4. Merangsang otak untuk melepaskan zat kimia yang mampu memperbaiki suasana hati, seperti serotonin, sehingga suasana hati menjadi lebih baik, dan mengeluarkan dopamin yang membuat otak lebih fokus.


Manfaat selimut tebal : Mengobati penyakit fisik dan mental, penghilang stres pekerjaan

Selimut tebal berguna untuk pengobatan penyakit fisik dan mental. Dr. Allen Chang menjelaskan bahwa pasien dengan autisme, depresi, hiperaktif, dan sindrom stres pasca-trauma memiliki masalah yang sama yakni kecemasan yang tinggi. Jadi menurunkan kecemasan itulah yang dapat mengurangi gangguan yang menimpa mereka.

Pasien-pasien ini menghadapi kesulitan tidur nyenyak. Mengambil autisme sebagai contoh, penelitian telah menemukan bahwa dengan selimut tebal, waktu dan kualitas tidur dari beberapa pasien akan menjadi lebih panjang dan baik kualitasnya.

Dengan kualitas tidur yang semakin baik, kualitas kesehatan mental juga akan meningkat, yang secara tidak langsung juga memperbaiki gejala autisme dan gangguan lainnya. Pasien jadi lebih mau berbicara dengan orang lain. Setelah menggunakan selimut tebal, pasien dengan gangguan hiperaktif juga menjadi lebih bisa berkonsentrasi.

Selimut tebal membuat rasa tenang hati juga dimanfaatkan dalam perawatan dokter gigi. Pasien yang mudah gugup saat diperiksa atau sedang dirawat oleh dokter gigi, jika dia ditutupi dengan selimut tebal, rasa cemasnya bisa berkurang.

Selimut tebal yang lebih ringan bisa digunakan sebagai alat pelepas tekanan di tempat kerja. Misalnya, pekerja kantoran dapat menempuh 20 hingga 30 menit selama istirahat siang untuk berselimut. Hal mana dapat meningkatkan efisiensi kerja mereka di paro hari berikutnya.

Selimut tebal juga memiliki kekurangan, tidak cocok dipakai oleh 3 tipe orang berikut :

1. Pasien dengan klaustrofobia (rasa takut yang berlebih terhadap tempat tertutup) : Secara umum, menggunakan selimut yang lebih tipis untuk menutupi tubuh saat tidur, memiliki lebih banyak celah di samping tubuhnya, tetapi selimut tebal lebih “memeluk” seluruh tubuh dengan celah yang lebih kecil, sehingga lebih mudah memicu rasa takut orang dengan gangguan klaustrofobia.

2. Pasien dengan gangguan apnea tidur (gangguan kesulitan bernapas saat tidur) : Pasien akan mengalami kesulitan bernapas saat tidur, sehingga selimut tebal dapat mengganggu pernapasan.

3. Anak-anak di bawah usia 2 tahun : Berisiko mati lemas.

Selimut tebal bukan semakin berat semakin baik, ada ukurannya

Saat membeli selimut tebal, perhatikan, bukan semakin berat semakin baik, tetapi pilihlah yang sesuai dengan berat badan penggunanya karena ada “aturan”nya.

Menurut Dr. Allen Chang, berat selimut yang cocok adalah sekitar 5% hingga 10% berat badan penggunanya. Misalnya, seseorang dengan berat badan 60 kg harus memilih selimut dengan berat antara 3 hingga 6 kg.

Selain itu, juga disarankan untuk memilih selimut yang bermerek dengan reputasi lebih aman saat digunakan. (sin/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular