Erabaru.net. Remaja adalah orang yang paling disalahpahami di dunia ini. Semua orang memperlakukan mereka seperti anak-anak dan mengharapkan mereka untuk bertindak seperti orang dewasa. Akibatnya, mereka sering dianggap egois dan mengabaikan kebutuhan orang lain.

Remaja juga sering bertindak terlalu emosional, dan terkadang mereka berperilaku tidak semestinya. Kita semua telah melalui tahap kehidupan ini jadi kita dapat dengan mudah mengerti hal ini. Kita seharusnya tidak menyalahkan mereka untuk semuanya.

Anda mungkin berpikir bahwa para remaja hanya menyibukan diri dengan pacar mereka, media sosial, tren, dan sebagainya, tetapi itu tidak selalu benar. Ada kalanya sekelompok remaja dapat membuktikan bahwa Anda salah dengan menunjukkan betapa berbelas kasihnya mereka.

Tidak diragukan lagi bahwa orang-orang terhebat di negeri ini adalah yang berjuang untuk membela negaranya. Mereka adalah kebanggaan kami, tetapi sedih untuk mengakui bahwa banyak veteran saat ini tidak memiliki tempat tinggal.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS memperkirakan bahwa sekitar 39.471 veteran kehilangan tempat tinggal. Mereka tidak hanya tunawisma tetapi juga menderita masalah kesehatan. 50% dari veteran tunawisma menderita penyakit mental.

Baru-baru ini seorang pria tunawisma meninggal, karena tidak ada orang di daerah itu untuk menguburkannya. Saat itulah sekelompok remaja Massachusetts melangkah maju untuk membantunya. Mereka merencanakan pemakaman untuk jiwa yang malang ini.

 

Pendekatan seperti ini oleh para siswa sekolah menengah atas sangat dihargai oleh semua orang di masyarakat.

Mereka juga mendapat perhatian nasional untuk tindakan semacam ini. Sungguh menakjubkan melihat bagaimana remaja-remaja ini telah maju dan menjadi sesuatu bagi umat manusia. Ini juga telah menjadi inspirasi bagi orang lain.

 

Para remaja ini berasal dari Catholic Memorial High School. Mereka telah mengetahui bahwa seorang veteran tunawisma telah meninggal dan dia akan dikuburkan tanpa ada kerabat atau kehadiran orang di pemakamannya dan saat itulah mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Mereka bahkan tidak tahu nama veteran tersebut, jadi mereka menyebutnya sebagai John. Will Padden, ketua kelas mengatakan :“Kami memiliki banyak veteran di keluarga saya sendiri, jadi saya tahu pengorbanan yang dia buat untuk negara dan saya tahu layanan yang dia lakukan selama bertahun-tahun untuk melayani negara kita.”

Veteran itu tidak mereka kenal. Para remaja tidak tahu apa-apa tentang dia tetapi itu tidak dapat menghentikan mereka untuk merencanakan pemakaman untuknya. Lazarus Ministry dan Crosby Funeral Home telah bermitra dengan mereka dalam penghargaan khusus ini.

Merupakan kehormatan besar bagi para siswa untuk mengambil bagian dalam upacara seperti itu. Semua siswa merasa sangat bangga pada diri mereka sendiri. Para siswa menengah atas berperan sebagai pengusung jenazah selama pemakaman dan mengantar peti mati berbendera John ke mobil jenazah yang menunggu saat “musik” dimainkan.

Peter Folan, presiden sekolah mengatakan: “Bagi kami memberi penghormatan kepada seorang veteran, untuk membawanya ke kampus kami, untuk memberikan hak penguburan yang layak dia terima, dan untuk menghormati warisannya dan untuk membantu anak laki-laki kami menyadari bahwa kami harus berdiri dengan mereka yang terpinggirkan.”

Kematian veteran itu benar-benar tragis karena dia meninggal di jalanan di West Roxbury, MA tetapi berkat para remaja dia mendapat pemakaman terhormat yang luar biasa. Para remaja sekolah menengah ingin memastikan dia mendapatkan kehormatan dan kemuliaan yang pantas dia dapatkan.

Merupakan suatu kebanggaan bahwa para remaja berpikir seperti ini dan mereka akan membuat perbedaan di masyarakat. Sementara orang lain berpikir bahwa mereka selalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, sebenarnya mereka berpartisipasi dalam kesejahteraan masyarakat. Mereka adalah generasi penerus kita. Ini adalah masalah besar harapan karena masa depan kita terletak pada mereka.(lidya/yn)

Sumber: smalljoys

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular