oleh Fan Yu

Kesibukan langkah baru yang diumumkan oleh Beijing pada awal  September menandakan bahwa Partai Komunis Tiongkok adalah serius dengan perubahan struktural menuju “kemakmuran bersama” dalam sebuah penawaran untuk menstabilkan sebuah ekonomi yang menggelepar dan menjaga stabilitas sosial. Dan, pada akhirnya, untuk tetap berkuasa.

Sebagian besar dari upaya langkah  ini adalah untuk meningkatkan upah, tunjangan, dan kondisi  pekerjaan.

Pada 2 September, para regulator termasuk Kementerian Perhubungan memanggil 11 perusahaan ride-hailing dan perusahaan pengiriman, untuk membahas berbagai topik serta meminta agar perusahaan tersebut memperbaiki praktik tertentu yang dianggap tidak pantas oleh Partai Komunis Tiongkok.

Perusahaan yang diwawancarai itu mencakup Didi, Meituan, dan sebuah ride-sharing anak perusahaan Alibaba.

Para regulator mendorong perusahaan tersebut untuk memenuhi berbagai tuntutan, termasuk memperbaiki tindakan persaingan yang tidak adil seperti mempekerjakan pengemudi yang tidak memenuhi syarat atau pengemudi tanpa izin, pemasaran yang berlebihan dan palsu, dan melindungi hak dan kepentingan penumpang serta pengemudi.

Selain itu, Bloomberg melaporkan bahwa Didi membuat sebuah serikat pekerja di akhir  Agustus. Rincian hampir tidak memadai saat itu, tetapi pembentukan sebuah serikat pekerja untuk para pekerjanya yang sebagian besar adalah paruh-waktu dan pekerja tanpa ikatan, dapat membuka jalan untuk pengumuman yang serupa di perusahaan Tiongkok lainnya.

Harian Workers’ Daily milik negara melaporkan bahwa raksasa ritel online JD.com, baru-baru ini juga membentuk sebuah serikat pekerja untuk para karyawannya.

Alibaba, yang adalah saingan JD.com, mengumumkan pada  2 September bahwa pihaknya akan menyisihkan 15 miliar dolar AS, per tahun 2025 untuk mempromosikan kemakmuran bersama di Tiongkok. Masih harus dilihat bagaimana anggaran tersebut akan digunakan, tetapi Alibaba menunjukkan bahwa pembangunan pedesaan, membantu usaha kecil, dan meningkatkan manfaat dan kesejahteraan para pengemudi dan pekerja pengiriman semuanya  berada dalam cakupan.

Secara terpisah, Partai Komunis Tiongkok diam-diam meningkatkan sebuah alat untuk meningkatkan aliran dana ke usaha yang lebih kecil.

Dewan Negara mirip-kabinet rezim Tiongkok pada 1 September menginstruksikan Bank Rakyat Tiongkok untuk meningkatkan pinjaman ke bank-bank sebesar  46 miliar dolar AS pada tahun ini. 

Bank sentral tersebut memberi bank komersial akses ke dana untuk mendanai lebih lanjut pinjaman luar biasa, dan pinjaman ini umumnya perlu diberikan kepada perusahaan kecil untuk memenuhi syarat. Bank sentral tersebut juga mendorong bank-bank untuk mengurangi suku bunga pinjaman untuk usaha kecil ini.

Di permukaan, langkah ini sejalan dengan seruan oleh bos rezim Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping baru-baru ini untuk mempromosikan kemakmuran bersama di bawah “sosialisme dengan karakteristik Tiongkok.”

Xi Jinping yakin kebijakan tahun-tahun terakhir mengenai pertumbuhan bisnis yang tidak terkekang, lingkungan peraturan yang lemah, dan promosi beberapa pengusaha kaya yang luar biasa—–yang diklaim media pemerintah dipengaruhi oleh “Kapitalisme  Barat atau Amerika Serikat”–—tidak lagi bekerja untuk Tiongkok.

Dan, hal ini melampaui dunia bisnis. Tindakan- keras baru-baru ini terhadap industri hiburan dan industri pendidikan di Tiongkok sejalan dengan garis pemikiran baru X Jinping: lebih sedikit individualisme, lebih banyak kolektivisme.

Dengan kata lain, populisme politik melalui kendali pemerintah yang lebih besar atau “negara pengasuh” (kebijakan-kebijakan pemerintah mengganggu pilihan individu).

Di bawah permukaan, langkah baru-baru ini juga menunjukkan bahwa  ekonomi Tiongkok belum sepenuhnya pulih dari pandemi virus Komunis Tiongkok–—umumnya dikenal sebagai jenis Coronavirus baru.

Tiongkok menghadapi beberapa hambatan ekonomi. Produksi ekonomi adalah melambat. Indeks Manajer Pembelian gabungan menunjukkan sebuah penurunan yang tajam dari 52,4 di  Juli menjadi 48,9 di  Agustus, yang mencerminkan sentimen yang lebih rendah dari produsen-produsen. Indeks Manajer Pembelian non-produsen juga turun drastis, dari 53,3 pada Juli hingga 47,5 pada  Agustus, yang menunjukkan bahwa industri jasa-jasa juga berkontraksi secara signifikan.

Biro Statistik Nasional menyalahkan kontraksi tersebut pada karantina karena varian Delta dan penutupan pelabuhan, yang masuk akal. Tetapi adalah  naif untuk yakin bahwa karantina lebih lanjut tidak akan terjadi atau masalah rantai pasokan yang sedang berlangsung,  akan secara cepat terselesaikan dengan sendirinya.

Dengan munculnya varian-varian baru dari virus  Komunis Tiongkok, masalah yang ada seperti kekurangan material, kekurangan peti kemas, kemacetan pelabuhan dan pelabuhan, dan penutupan pabrik di seluruh Asia Selatan cenderung akan bertahan hingga awal tahun depan.

Masalah itu memberi tekanan pada pekerjaan, upah, dan pengeluaran konsumen Tiongkok. Menghadapi tantangan ekonomi dan logistik yang tidak hilang-hilang, Tiongkok mendorong perubahan sosial populis sebagai mencapai sebuah keberhasilan dengan sedikit usaha.

Lagi pula, sebagian besar warganegara kelas bawah hingga kelas menengah di Tiongkok—–bukannya kelas  elit di Tiongkok–—akan membuat atau menghancurkan Partai Komunis Tiongkok. (Vv)

Fan Yu adalah seorang ahli di bidang keuangan dan ekonomi dan telah berkontribusi dalam analisis ekonomi Tiongkok sejak tahun 2015

Share

Video Popular