oleh Luo Ya, Lin Cenxin dan Liu Fang

Grup Samsung Korea Selatan terus menarik modalnya dari daratan Tiongkok. Baru-baru ini, perusahaan dari Samsung Heavy Industries di Kota Ningbo, Tiongkok bersiap untuk menutup usahanya lalu hengkang dari daratan Tiongkok. Penutupan tersebut memicu unjuk rasa dari ribuan orang karyawan perusahaan. 

Sedangkan pabrik Toshiba Jepang di Kota Dalian, Tiongkok juga mengumumkan penghentian produksi. 

Tampaknya penarikan modal asing telah memicu kekhawatiran masyarakat daratan Tiongkok, tentang pengangguran dan kelesuan ekonomi yang akan berkembang semakin parah.

Karyawan Samsung Heavy Industries di Tiongkok mengatakan : “Saya menghendaki peraturannya (redaksi : tata cara pengakhiran usaha dan isu pesangon), peraturannya, karena saya ingin pekerjaan, saya menghendaki peraturan”.

Rekaman video menunjukkan bahwa ribuan karyawan Samsung Heavy Industries Ningbo melakukan, unjuk rasa bersama pada 9 September pagi dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan : Samsung adalah rumah saya, saya ingin bekerja, dan saya harus menghidupi keluarga.

Menurut laporan, karyawan pabrik Samsung di Ningbo pada bulan Juli tahun ini, sudah diberitahu bahwa kantor pusat Samsung di Korea Selatan sedang mempersiapkan pengakhiran operasi perusahaan di Kota Ningbo. Pemerintah Kabupaten Beilun, tempat pabrik itu berada, juga telah mengeluarkan pengumuman yang menyatakan bahwa perjanjian pengembalian lahan yang digunakan Samsung sudah selesai ditandatangani.

Perusahaan Samsung di Ningbo tidak memberikan penjelasan lebih jauh sampai karyawan mereka melakukan unjuk rasa.

Ms. Wang, seorang karyawan Samsung Ningbo mengatakan : “Sebetulnya kita semua sudah tahu bahwa adanya rencana tersebut, tetapi belum diumumkan secara resmi. Kali ini, para karyawan telah mencapai suatu tingkat pekerjaan tertentu, tetapi pihak perusahaan belum juga mengajukan cara penyelesaian. Jadi kita mulai bertanya kepada perusahaan soal kapan akan berakhir, dan kita butuh aturan mainnya, sehingga kita mulai berunjuk rasa”.

Hingga 10 September, manajemen baru mengumumkan akan memutus hubungan kerja dengan seluruh karyawan pada 13 September, dengan rencana kompensasi yang didasarkan pada masa kerja yakni N+1. Saat ini, karyawan Samsung di Kota Ningbo berjumlah lebih dari 1.500 orang. Saat ini mereka menunjukkan akan terus mempertahankan hak-hak mereka.

Ms. Wang mengatakan : “N adalah tahun lamanya seorang karyawan bekerja di Samsung. Misalnya, jika Anda bekerja selama 10 tahun, jadi N-nya adalah 10, lalu ditambahkan dengan 1 sehingga kompensasi yang akan diterima adalah 11 kali gaji bulanan. Menurut pengalaman masa lalu, Samsung memberikan pesangon tertingginya hingga mencapai N+9, belum lagi diberikan kompensasi lain seperti komputer dan ponsel Samsung. Kami kecewa dengan pesangon kali ini yang terlalu rendah, bahkan lebih rendah dari basis yang diatur oleh undang-undang”.

Samsung berturut-turut menutup pabrik ponsel, komputer, dan TV yang berada di daratan Tiongkok sejak tahun 2019 dan 2020.

Selain itu, akun publik WeChat bernama ‘Dalian Matters’ menyebutkan : Ada warga yang menyampaikan berita bahwa pabrik Toshiba di Kota Dalian telah secara resmi mengumumkan penghentian produksi dan pembubarannya pada akhir bulan September.

Beberapa netizen memberikan komentar bahwa pabrik Toshiba di Dalian, Samsung Heavy Industries di Ningbo, dan pabrik Ericsson di Nanjing semuanya hengkang dari daratan Tiongkok. Bagaimana nasib para warga “tua” yang berusia di atas 35 tahun, apakah mereka masih memiliki peluang untuk mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan orang lain ? 

Semua perusahaan asing telah hengkang, dan yang akan mereka hadapi hanyalah kemerosotan ekonomi. 

Ada juga netizen Tiongkok yang mengomentari dengan menyebutkan bahwa, jika suatu hari nanti, semua hal yang berhubungan dengan investasi asing telah hilang dari daratan Tiongkok, maka era penutupan diri dengan dunia luar akan terjadi. (sin)

Share

Video Popular