oleh Li Qingyi dan Yuwei

Sesuai dengan instruksi Presiden AS, pada hari peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September 2021, FBI mulai mendekripsi dokumen tentang serangan teroris tersebut. Dokumen pertama tersebut menyebutkan bahwa 15 dari 19 orang teroris yang membajak pesawat berasal dari Arab Saudi. Sedangkan menurut dokumen ini pembajak memiliki rekanan yang berada di Amerika Serikat, tetapi tidak ada bukti yang mengkaitkan tindakan teror mereka dengan pemerintah Arab Saudi.

Menurut laporan dari berbagai media seperti Reuters, CNN dan lainnya, dokumen yang dibuat pada tahun 2016 berisikan rincian penyelidikan FBI terhadap seorang pejabat konsuler Arab Saudi dan seorang yang dicurigai sebagai pejabat intelijen Arab Saudi. Kedua pria tersebut diduga memberikan dukungan logistik kepada setidaknya dua orang pembajak pesawat yang melakukan serangan teror.

Di antara mereka, orang yang diduga sebagai pejabat intelijen Arab Saudi adalah Omar al-Bayoumi. Kabarnya ia adalah seorang mahasiswa internasional yang studi di Los Angeles. Dokumen FBI menyatakan bahwa orang ini sangat terlibat dalam memberikan bantuan untuk keperluan perjalanan, akomodasi, dan dana kepada 2 orang pembajak.

‘Perkumpulan Keluarga Korban 11 September’ dalam sebuah pernyataannya menyebutkan : “Meskipun sangat disesalkan bahwa ada sejumlah informasi yang dihilangkan, namun laporan itu masih mengungkapkan banyak informasi yang sangat berguna. Cakupan kontak dan tindakan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah Saudi itu, al-Qaeda dan para pembajak sangat mengejutkan orang”.

Pemerintah Saudi Arab telah menyatakan bahwa  Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan serangan teroris 11 September. Menteri Luar Negeri Arab Saudi menegaskan kembali pada  Minggu 12 September, bahwa pemerintah  Arab Saudi menyarankan pihak berwenang di AS, untuk melakukan dekripsi dokumen-dokumen ini selama lebih dari satu dekade lalu. Ia mengatakan bahwa dokumen-dokumen itu akan sepenuhnya menunjukkan bahwa Arab Saudi tidak terlibat dalam serangan teroris tersebut.

Komite Investigasi Insiden 11 September Amerika Serikat menyebutkan bahwa, hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan pemerintah Saudi Arab membantu Al Qaeda untuk merencanakan serangan teroris. (sin)

 

Share

Video Popular